.avatar-image-container img { background: url(http://l.yimg.com/static.widgets.yahoo.com/153/images/icons/help.png) no-repeat; width: 35px; height: 35px; }

"Memento Mori"

What is the PRECIOUS thing you TREASURE most in your LIFE?

"Memento Mori" means:

Remember you are mortal...

Vita brevis breviter in brevi finietur,
Mors venit velociter quae neminem veretur,
Omnia mors perimit et nulli miseretur,

Ad mortem festinamus peccare desistamus.


Angin dan Api

Menebar dingin, angin menggerutu,
"Seperti gelap, dalam simfoni aku dimanja lelap
tapi pasti bukan jebak asamu"

Percik api menggelora maju,
"Lalu cekat kau perangkap anganku dalam pekap
Apa seluruh rasa dan ucap lantas
dalam satu buana terhisap?"

Begitulah mungkin takdir tersingkap
Lantunan dua nada hentak bernadi gila
Yang satu bermasif jumawa, satu nista
dalam hening, pahit memilin semua
terbuka lembaran baru, terus berpuja

Kepada angin dan api berpadu...

Ada badai di ufuk!

Sesaat tersirat,
dekat mengeras,
disentak lepas terhempas!

Memeluk Hitam

Jika ditanya warna favorit saya, mungkin saya akan menjawab hitam sebagai salah satunya. Bukan karena melankolia sebagai penyakit kambuhan yang sering bersarang dalam personalia, tapi lebih cenderung bahwa hitam itu sendiri bersifat konduktor. Bukan juga konduktor sebagai penyerap dan penyalur kalor saja, tetapi rasa, empati dan juga ketegaran. Terkadang hitam terkaprahkan sebagai simbol kejahatan, keburukan, segala hal yang berbau negatif dan macam-macam hal lain yang menempel dalam hitam. Padahal, tidak seperti warna lain yang menunjukkan sifat ‘keterbukaan’, hitam hadir dengan segala rahasia tersimpan rapat dalam kelam.


Banyak yang mengartikan hitam sebagai warna yang lantas beralih menjadi simbol. Akan tetapi, hitam itu sendiri bukanlah warna. Hitam adalah absensi dari wujudnya warna. Jadi hitam, itu berarti ketiadaan warna. Hitam menyerap seluruh aspek yang terkandung dalam putih, atau juga biasa dimetaforakan sebagai cahaya dan hitam sebagai kegelapan. Hitam, adalah makhluk Tuhan paling alami yang menunjukkan sifat kerahasian-Nya.

Andaikan kita berpikir tentang hitam – atau gelap, maka lihatlah malam. Dimana gelap mengurung semua terang dan hanya ada cahaya bulan dan bintang bertemaram. Ingatlah pula kisah Lailatul Qadr, malam agung nan penuh karamah dimana Allah SWT menurunkan al-Qur’an sebagai mukjizat utama yang dimiliki nabi SAW. Lailatul-Qadr, malam yang diberi keutamaan agung langsung dari-Nya sebagai malam yang lebih agung daripada 1000 bulan mempunyai kisah seperti yang disebutkan Imam Suyuti dalam bukunya, “Lubaabun Nuqool”. Di dalam buku tersebut Rasulullah SAW pernah bercerita kepada  kepada para sahabat bahwa ada salah seorang Bani Israel yang telah berjalan di alur jihad demi membela nama Tuhannya, tidak mengenal letih dan lapar, dan masih terus berjuang hingga sampai 1000 bulan. Para sahabat sangat terkagum dengan kisah tersebut dan berandai untuk sekiranya bisa menyerupainya dan berupaya untuk mengikuti jejaknya. Dalam hal itu, maka Allah SWT pun berfirman, “Sesungguhnya kami telah menurunkannya (al- Qur’an) pada malam al-Qadr. 2.Dan tahukah engkau apakah kebesaran malam Lailatul-Qadar itu? Malam al qadr itu lebih baik daripada seribu bulan.”

Lailatul Qadr disini juga dikenal sebagai Lailatul Mubarakah, seperti tersebut dalam Tafsir Ibnu Katsir. Dan disini, apakah malam tersebut lahir dengan keadaan berbeda dimana kegelapan berubah terang? Tentu tidak. Lailatul Qadr tetap sebagai malam dengan kegelapan seperti malam-malam yang lain. Hanya saja dalam beberapa hadits seperti yang diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah dan dishahihkan Al-Bani, hadits riwayat Muslim dan juga Ibnu Hibban yang kesemuanya bernada sama, yaitu Lailatul Qadr adalah malam yang cerah, tidak panas dan tidak dingin. Cerah disini juga bukan berarti kegelapan berubah sedikit putih menerawang tapi gelap dengan pesona tentram. 

Hadits-hadits di atas bahkan disangkal pula oleh Syeikh Yusuf al Qardhawi yang mengatakan bahwa iklim dan cuaca setiap negara itu berbeda-beda. Dan mungkin saja ada suatu kawasan yang baru melaksanakan sholat istisyqo’ – mohon hujan, atau cuaca di Kutub yang hampir selalu siang dan jarang muncul malam. Bagi para muslim yang berada disana, pasti akan mengalami kesulitan mendapatkan Malam Seribu Bulan jika berpatokan pada hadits tersebut. Pastinya, malam tersebut hadir mengisi jiwa-jiwa yang tenang pada 10 malam terakhir, baik malam ganjil, malam ke-27, ataupun malam-malam biasa (bukan ganjil) pada 10 malam terakhir. Hadits-hadits tersebut dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim menyebutkan banyak tanda yang mengindikasikan adanya kemungkinan Lailatul Qadr dalam kurun waktu tersebut di atas.

Walaupun hitam sering dikaitkan dengan duka, kesialan, kejahatan dan sebagainya, hitam tetap hadir dengan sosoknya yang misterius. Mengapa Dr. Jigor Kano, sebagai pendiri Judo, menentukan warna hitam sebagai warna sabuk tingkatan tertinggi yang nantinya diadopsi bela diri lain seperti Kempo dan Tae Kwon Do? Karena hitam merupakan kombinasi dari seluruh elemen warna alam. Dan darinya, warna-warna lain akan mencuat dan hidup sebagai pelangi yang artistik. Sabuk Hitam sendiri berfilosofikan sebagai permulaan dari pencapaian sejati atas pemahaman, kebijaksanaan, persatuan antara tubuh dengan jiwa, hati yang murni dan peleburan diri kepada alam semesta.

Yang jelas, Tuhan telah menciptakan warna hitam sebagai warna elegan yang melekat dengan malam. Dimana saat yang lain tertidur, kita beribadah dalam kesunyian khusuk yang menusuk. Dimana malaikat-malaikat banyak berturunan untuk melihat para hamba-Nya yang rajin tahajud. Hitam merupakan simbol netral, tidak berpihak kemanapun dan siap berdiri tegas dan professional dalam menjalankan sesuatu. Dalam banyak sejarah dekade menyatakan bahwa hitam menghasilkan ketakutan bagi yang menatap dan memberi pengaruh intimidatif, tetapi bagi yang belum mengetahui, hitam juga merupakan tanda kekosongan yang siap bersatu dengan apapun. Jadilah hitam untuk mengejar cahaya dan memperoleh rahmatNya, jangan lantas menjadi cahaya yang mempunyai bayangan lebih panjang tapi tidak kelihatan!

Depak pintu hati, bukan derai iba tangismu
kalau perlu loloskan saja empati ke penjaga makam
biar pongah lalu bergugus rata dalam sampah
dan sama, grasi-grasi itu bukan milikmu!

Kamu buai rakyatmu dengan buai ego cemerlang
Mungkin dugamu lampu temaram menempel lekat
dekat pelipis, pelupuk mata semua orang?
Buta pada sanksi, tutup mulut jual harga diri
Kami tersenyum karna kecewa, diam murka
protes hormat jua, bukan basa-basi belaka!

Pada Ibumu sayang, riak pilunya tertahan
dalam pelita merdeka ada sekat memaksanya pucat
biar merona perawan, hanya sesaat
gaunnya sudah dilucuti para koruptor sesat
sedang jelata rakyat, semakin senja, makin tersayat!

The Hope which Lasted as Void


A dazzle rain falls
seemed to us like a curtain calls
a bright light which leads a human's right
to abandon all who lost the fight

Their own drizzle, from a memories, to reminisce...

Break a pity, what a low life...
beat you a butterfly couldn't fly high,
or a loner-wolves which dig their heels in,
would The Reaper just strew on the death's hint?

O, solemn of the wind, crack the pressure, bring out all pain!
Songs live forever, they never change, unlike people (1)
strive forward... in the circuit of frustration (2)

Ah, look at the foolish in attempt to the pursuit of happiness!
Forgive thee foolishness in discrediting the silent,
doing a sin, still unwanted to become a sinner (3)
and so expecting the Savior to save them a flavor?

What's good in the things that bring us nothing?
The last hope was thrashed from the youth's hands of the morrow
--------------------
Note:
(1): rephrased from some manga with some edit, but I forgot what :P
(2): quoted directly from my DS game, but I forgot what :(
(3): rephrased from some Placebo's song with some edit, but forgot the song's title :D

Karena banyaknya sobat blogger yang request kalo saya sering majang puisi bahasa Inggris yang susah dicerna n dipahami, berikut versi terjemahan bebas dari puisi di atas. Walaupun artinya tidak terlalu sama, tetapi tetap dibuat agar maksud dan kesan yang ditujukan sama.
--------------------
Pudar Harapan Terakhir

Pesona lebat hujan menderas
bagi kita, kobar sahut bertalu yang keras
gemerlap cahaya yang terang bersinar
kepada manusia, untuk apa yang benar
--bersama mengusir sepi setelah kalah--

Gerimis itu milik mereka,
tercipta dari kenangan, untuk dihening-ciptakan

Tak perlu simpati itu, acuh saja pada moral hidup
kepak kupu layangnya tak pernah jauh
atau serigala-serigala penyendiri lolongnya mengikat hati,
akankah Pencabut Nyawa tebar tanda-tanda pengarah mati?

O, himne Sang Angin, lekas pecah apa yang menggerah, biar hilang lara batin!
lagu akan selalu hidup, tak akan gantim tidak dengan manusia,
sebagian berputar, melangkah patuh di atas alur frustasi

Ah, lihat Si Dungu berpatah tatih mengejar pagi!
Maafkan si Bebal yang berbantah caci dengan sunyi,
berbuat dosa, tapi enggan mengakui diri pendosa
dan masih berharap pada Sang Penyelemata agar menyimpan
sisa rasa selamat?

Apa bagusnya bermacam cita yang tak membawa apa?
Harapan terakhir terlempar sudah dari tangan-tangan pemuda masa depan

Terhempas...

Hijaukah ilalang tersapu, atau samar ilusi kelabu?
Arak hitam tak lagi bendung tangis haru
Tampar rona jiwa terbahak! (Hyena?) Guncang dusta!
Elokkah gemulai tari diatas bangkai-bangkai serdadu?
Masih saja kawanku tersipu oleh berita bau kabar lalu

Ya, pijar bintang-bintang sudah padam ditelan angkasa kelam...

(Kepada manusia?)

Sunyikan, selaraskan harmoni alam, sucikan!
Entah kapan lagi wajah-wajah cahaya itu kembali tersenyum
Lalu berbalik menyusun benang hidup, dulu menggumpal semrawut
"Fatamorgana dunia, kami renggut kembali damai hati darimu!"
Itu gema sumbang mereka yang selalu tergantung di senja,
selalu pucat menunggu

Bye, Godot!



One word...."WUOOOOOOO!!!"

Yeah, amazing, stunning, addictive, itu yang aku rasakan saat memainkan game ini di NDS. Kalo pembaca tidak terlalu ngeh sama games dengan genre visual novel dan lebih cenderung milih yang action, hardcore, adventure atau fighting...langsung gebrak meja dan tinggalkan game ini sekarang juga! Tapi bagi para pembaca yang demen main RPG dan bukan melihat gameplay-nya doang, tapi juga melihat unsur cerita dari game secara keseluruhan, I HIGHLY RECOMMEND THIS GAME 4 U, buds, haha :D.


Well, klip diatas adalah kasus klimaks dari kasus-kasus lain di dalam game Phoenix Wright: Trial and Tribulation. Disini, anda menjadi seorang pengacara bernama Phoenix Wright dengan asistennya, Maya, yang harus berjuang membela klien anda dari tuduhan-tuduhan tak berdasar. Pada awalnya anda, sebagai Phoenix Wright, juga pasti meragukan apakah klien anda benar-benar bersalah atau tidak, hanya lucunya (dan hal yang paling tidak logis di game yang seharusnya logis ini), disini banyak disisipkan unsur-unsur mistik khas Buddha. Kesurupan lah, jimat lah, manggil roh mati kek, pokoknya seperti itu lah. Hanya saja hal-hal seperti ini bagi saya tidak terlalu mengganggu sih, karena ada salah satu alat bernama Magatama yang nantinya dapat digunakan sebagai lie-detector. Lucunya, karena memang aslinya alat yang gak jelas juga, saat seeorang berbohong, maka akan muncul visualisasi rantai yang mengelilingi orang tersebut, ditambah dengan locker yang terlihat sangat kokoh dan tidak bisa dibuka. Seperti ini nih:
~{x-Penasaran? Langsung aja klik judulnya untuk artikel lebih lengkap...-x}~

And it soars, high, to cut thru by its wings, the gloomiest sky

Now, the mourns are there, the griefs, tears - in a core
which are burdened deep in the human's heart
Nevertheless, it suddenly appears from nowhere, dear,
just like the times before
then swiftly it squints its eyes, "Too bright",
and stands there holding on the branch - tight

Black-weary clothes, gathered in the crowd
The tears spilled in the silent and the preachy words
tried holding the shady-souls sheltered
But nevertheless, it was already there, glancing from afar,
to imbue the very moment to its feathers
While it howled to them, my dear, it howled to them
to remind there's still a life left behind
to chase after

It is, you caught it on the dead trees,
shaped like a hand from graves
It is, you saw it when you're in grief, trying to dismiss
the world apart from its black-and-white
There it is! When you lose a hope, hate a love,
suffer a wound, bleed a soul!

It screams, while emphasizing:
"I'll be here, my wings and tail, just to let you know!
You want a joys? I'll give you more
Pursuing a life? I'll keep then no sore
I'll always be here, give you spaces, bless
you mercies, over and over
Need no sympathy? Fine, but, I'll float here still,
to teach you some... lore!"

"So, what is it?", you wonder. Please call
more-likely, a raven
a very unique bird indeed, one which flies
with the darkness of night
Always keeps up to the moon,
to be gladly surrounded by the dark, just to
dance under the shadow of moonlight

"But why?", you wonder
It is neither the creature of satire,
nor the pariah
Neither wants to be a martyr,
nor the Mesiah
The raven just enjoys to be flowed
in dark, condemning a light, saying
"Because when you are too blinded
by the Light,
and could see no more your path,
something is possessing and becoming you!
The Lord of Melancholy himself - The Dark"

(Srry kl pk bhs Inggris n byk tmn2 yg mngkin males bacany, cm sdikit iseng2 doang kok, haha :D)

Protected by Copyscape Duplicate Content Detection Software