.avatar-image-container img { background: url(http://l.yimg.com/static.widgets.yahoo.com/153/images/icons/help.png) no-repeat; width: 35px; height: 35px; }

"Memento Mori"

What is the PRECIOUS thing you TREASURE most in your LIFE?

"Memento Mori" means:

Remember you are mortal...

Vita brevis breviter in brevi finietur,
Mors venit velociter quae neminem veretur,
Omnia mors perimit et nulli miseretur,

Ad mortem festinamus peccare desistamus.


Memeluk Hitam

Jika ditanya warna favorit saya, mungkin saya akan menjawab hitam sebagai salah satunya. Bukan karena melankolia sebagai penyakit kambuhan yang sering bersarang dalam personalia, tapi lebih cenderung bahwa hitam itu sendiri bersifat konduktor. Bukan juga konduktor sebagai penyerap dan penyalur kalor saja, tetapi rasa, empati dan juga ketegaran. Terkadang hitam terkaprahkan sebagai simbol kejahatan, keburukan, segala hal yang berbau negatif dan macam-macam hal lain yang menempel dalam hitam. Padahal, tidak seperti warna lain yang menunjukkan sifat ‘keterbukaan’, hitam hadir dengan segala rahasia tersimpan rapat dalam kelam.


Banyak yang mengartikan hitam sebagai warna yang lantas beralih menjadi simbol. Akan tetapi, hitam itu sendiri bukanlah warna. Hitam adalah absensi dari wujudnya warna. Jadi hitam, itu berarti ketiadaan warna. Hitam menyerap seluruh aspek yang terkandung dalam putih, atau juga biasa dimetaforakan sebagai cahaya dan hitam sebagai kegelapan. Hitam, adalah makhluk Tuhan paling alami yang menunjukkan sifat kerahasian-Nya.

Andaikan kita berpikir tentang hitam – atau gelap, maka lihatlah malam. Dimana gelap mengurung semua terang dan hanya ada cahaya bulan dan bintang bertemaram. Ingatlah pula kisah Lailatul Qadr, malam agung nan penuh karamah dimana Allah SWT menurunkan al-Qur’an sebagai mukjizat utama yang dimiliki nabi SAW. Lailatul-Qadr, malam yang diberi keutamaan agung langsung dari-Nya sebagai malam yang lebih agung daripada 1000 bulan mempunyai kisah seperti yang disebutkan Imam Suyuti dalam bukunya, “Lubaabun Nuqool”. Di dalam buku tersebut Rasulullah SAW pernah bercerita kepada  kepada para sahabat bahwa ada salah seorang Bani Israel yang telah berjalan di alur jihad demi membela nama Tuhannya, tidak mengenal letih dan lapar, dan masih terus berjuang hingga sampai 1000 bulan. Para sahabat sangat terkagum dengan kisah tersebut dan berandai untuk sekiranya bisa menyerupainya dan berupaya untuk mengikuti jejaknya. Dalam hal itu, maka Allah SWT pun berfirman, “Sesungguhnya kami telah menurunkannya (al- Qur’an) pada malam al-Qadr. 2.Dan tahukah engkau apakah kebesaran malam Lailatul-Qadar itu? Malam al qadr itu lebih baik daripada seribu bulan.”

Lailatul Qadr disini juga dikenal sebagai Lailatul Mubarakah, seperti tersebut dalam Tafsir Ibnu Katsir. Dan disini, apakah malam tersebut lahir dengan keadaan berbeda dimana kegelapan berubah terang? Tentu tidak. Lailatul Qadr tetap sebagai malam dengan kegelapan seperti malam-malam yang lain. Hanya saja dalam beberapa hadits seperti yang diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah dan dishahihkan Al-Bani, hadits riwayat Muslim dan juga Ibnu Hibban yang kesemuanya bernada sama, yaitu Lailatul Qadr adalah malam yang cerah, tidak panas dan tidak dingin. Cerah disini juga bukan berarti kegelapan berubah sedikit putih menerawang tapi gelap dengan pesona tentram. 

Hadits-hadits di atas bahkan disangkal pula oleh Syeikh Yusuf al Qardhawi yang mengatakan bahwa iklim dan cuaca setiap negara itu berbeda-beda. Dan mungkin saja ada suatu kawasan yang baru melaksanakan sholat istisyqo’ – mohon hujan, atau cuaca di Kutub yang hampir selalu siang dan jarang muncul malam. Bagi para muslim yang berada disana, pasti akan mengalami kesulitan mendapatkan Malam Seribu Bulan jika berpatokan pada hadits tersebut. Pastinya, malam tersebut hadir mengisi jiwa-jiwa yang tenang pada 10 malam terakhir, baik malam ganjil, malam ke-27, ataupun malam-malam biasa (bukan ganjil) pada 10 malam terakhir. Hadits-hadits tersebut dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim menyebutkan banyak tanda yang mengindikasikan adanya kemungkinan Lailatul Qadr dalam kurun waktu tersebut di atas.

Walaupun hitam sering dikaitkan dengan duka, kesialan, kejahatan dan sebagainya, hitam tetap hadir dengan sosoknya yang misterius. Mengapa Dr. Jigor Kano, sebagai pendiri Judo, menentukan warna hitam sebagai warna sabuk tingkatan tertinggi yang nantinya diadopsi bela diri lain seperti Kempo dan Tae Kwon Do? Karena hitam merupakan kombinasi dari seluruh elemen warna alam. Dan darinya, warna-warna lain akan mencuat dan hidup sebagai pelangi yang artistik. Sabuk Hitam sendiri berfilosofikan sebagai permulaan dari pencapaian sejati atas pemahaman, kebijaksanaan, persatuan antara tubuh dengan jiwa, hati yang murni dan peleburan diri kepada alam semesta.

Yang jelas, Tuhan telah menciptakan warna hitam sebagai warna elegan yang melekat dengan malam. Dimana saat yang lain tertidur, kita beribadah dalam kesunyian khusuk yang menusuk. Dimana malaikat-malaikat banyak berturunan untuk melihat para hamba-Nya yang rajin tahajud. Hitam merupakan simbol netral, tidak berpihak kemanapun dan siap berdiri tegas dan professional dalam menjalankan sesuatu. Dalam banyak sejarah dekade menyatakan bahwa hitam menghasilkan ketakutan bagi yang menatap dan memberi pengaruh intimidatif, tetapi bagi yang belum mengetahui, hitam juga merupakan tanda kekosongan yang siap bersatu dengan apapun. Jadilah hitam untuk mengejar cahaya dan memperoleh rahmatNya, jangan lantas menjadi cahaya yang mempunyai bayangan lebih panjang tapi tidak kelihatan!