.avatar-image-container img { background: url(http://l.yimg.com/static.widgets.yahoo.com/153/images/icons/help.png) no-repeat; width: 35px; height: 35px; }

"Memento Mori"

What is the PRECIOUS thing you TREASURE most in your LIFE?

"Memento Mori" means:

Remember you are mortal...

Vita brevis breviter in brevi finietur,
Mors venit velociter quae neminem veretur,
Omnia mors perimit et nulli miseretur,

Ad mortem festinamus peccare desistamus.


Persona (1): TOPENG


Waktu itu sudah jelas saya melihat dengan mata kepala sendiri. Dia berjalan dengan muka merengut, sambil wajah ditekuk-tekuk, kedua tangannya berkibas kasar dan kakinya berderap tegas, ketus dan mantap – tapi sambil mulut bersungut-sungut. Selang beberapa menit kemudian, saya bertemu dengan dia di tempat perkumpulan, sambil bertanya:
            "Eh, barusan dari mana? Tumben telat, biasanya datang paling awal," tanya saya ramah.
            "Oh, gak, tadi ada perlu aja," jawab teman saya sambil sedikit tertawa.
            Loh? Padahal tadi saya lihat sendiri kalau dia tersasar di jalan, ngedumel gak jelas sambil lihat kiri-kanan. Langsung saja saya buka kartu.
            "Masa? Tadi pas aku naik tremco ngelihat kamu tuh. Lagi jalan kemana gitu," kataku polos. Temanku malah tergelak.
            "Hehe, iya sih, tadi agak kesasar sedikit. Lagian tempat kumpulnya juga gak jelas sih,". Nah, terbuka sudah topengnya. Sewaktu di jalan tadi, jelas emosi jengkel dan rasa tak sabar yang terlihat, refleksi dari emosi yang alami. Baru ketika akan memasuki tempat perkumpulan, dengan aduhai dia berganti muka dengan topeng cerianya kembali.
            Memang dunia ini penuh topeng. Baik itu manusia di dalamnya, atau malah dunia itu sendiri menutupi kebusukan tetapi tertutupi dengan topeng arif dan kebijakannya. Entah. Karena saya sendiri masih bingung berjuang memecahkan teka-teki malam dan teka-teki keadilan (dikutip dari lagu 'Gie') yang penuh rupa ini.


~{x-Penasaran? Langsung aja klik judulnya untuk artikel lebih lengkap...-x}~

Ohayoo. Sekarang masih pagi. Kaget habis bangun, ternyata masih terbayang dengan jelas mimpi semalam. Padahal biasanya kalo aku mimpi, pasti selayang pintas. Kayak kentut gitu lah, bau sebentar terus ilang (hehe :-p). Tapi yang ini lain. Sangat clear di memori. Seperti slow-motionnya The Matrix, bahkan sampe nulis ni post masih aj kebayang. Well, biasanya kalo Rav mimpi gini tu berarti premonition. Atau cuma 'bunga tidur'? Entahlah.
Ok, jadi begini ceritanya...

Ada sebuah rumah, entah bagaimana bentuknya...tidak terbayang jelas. Yang jelas, ada seseorang di rumah tersebut yang masih mempunyai relasi keluarga. Dia mengundangku untuk berkunjung. Kemudian entah kenapa, ada perasaan seakan mendengar sebuah command untuk memasuki sebuah kamar. Kamar tersebut berada di balik tembok sebelah kiri sekitar 2-3 meter setelah memasuki pintu masuk. Jangan tanya, "Terus kalo di sebelah kanan ad pa-an?". Gak tahu juga.

Setelah memasuki tu kamar,  baru sadar  kalo aku sedang menggunakan jaket hitam tebal, lengkap dengan tudung kepala yang menutupi wajah. Nah, entah "someone's-that-related-with-my-fam" (selanjutnya saya panggil Vad aj biar gampang) tu ngomong apa, yang jelas dia berbicara dengan seseorang di kamar tersebut yang sedang duduk di atas kasurnya, seorang cewek. Mungkin si Vad memperkenalkan saya dengan cewek tersebut, karena lantas dia sangat antusias dan ngelihatin saya seperti orang mo beli baju-baju di supermarket, dari atas sampe bawah tubuh gue gak lepas dari matanya. Tapi nyantai aj sih. Langsung aja aku duduk di sampingnya sambil buka jaket. Woi, ternyata dingin ya? Berarti itu alasanku barusan pake jaket. Hitam juga konduktor panas, jadi pasti lebih hangat. Tapi cerita ini baru dimulai dari sini.
~{x-Penasaran? Tolong jangan dibaca lagi deh, please....-x}~



Hanya sekedar iseng, selamat menikmati, haha :D