"Memento Mori"

What is the PRECIOUS thing you TREASURE most in your LIFE?

"Memento Mori" means:

Remember you are mortal...

Vita brevis breviter in brevi finietur,
Mors venit velociter quae neminem veretur,
Omnia mors perimit et nulli miseretur,

Ad mortem festinamus peccare desistamus.


Know Your Enemy

"...No one can make you feel inferior without your permission and no one can be as effectively as yourself..."
~ Atticus Finch in 'to Kill a Mockingbird' ~
translate: "Tidak ada seorang pun yang mampu membuatmu minder tanpa seizinmu sendiri dan tidak ada seorang pun mampu menjadi se-efektif n se-cool kamu...kecuali kamu sendiri."

My comment:
Bagaimana rasanya mencampur teh dengan jahe sodara-sodari sekalian? Great...at least that what I feel just now. Karena yang biasanya kita minum teh buat menenangkan hati, menenangkan otak, nah ini malah kepanasan. Sekali lagi...Great! (gak ikhlas). :P

Jadi begini, mo sedikit cuap-cuap tentang kutipan diatas. Banyak teman-temanku kebingungan dan sambil sesekali bertanya ke aku: "Rav, kamu itu pede banget sih?", walau sedikit bego, seru mereka dalam hati. Banyak juga yang bilang, "Kamu tuh muka badak banget tau gak?".
Ada juga yang nanyain, kenapa aku suka banget ma travelling sendirian, pergi malam-malam atau nerima job-job halal gak jelas dari ...well, banyak macam. Apalagi di wilayahku terkenal banyak preman yang suka malakin duit, boro-boro cuman malakin...ada juga yang h******g (sensor)! NOOooOO....

But anyway..."Danger? Hah! I walk on the wild side. I laugh in the face of danger. Ha ha ha ha!". Okay, yang ini terdengar sedikit, umm....narsis. Yeah. Tapi yang aku sugestikan disini, bahwa yang jelas dan teramat penting adalah kita harus tahu situasi, tahu kondisi, tahu lingkungan dan tahu kemampuan bela diri kita sendiri :P.
~{x-Penasaran? Langsung aja "click" judulnya 2 recall it back...-x}~

"Belajar ketika orang lain tidur, bekerja ketika orang lain bermalasan, dan bermimpi ketika orang lain berharap." 
~ William A. Ward~

My deepest apologize....untuk semua. Karena jarang OL, karena jarang muncul update nih blog...*hikz*. Emang susah hidup di lima alam. Pas lagi enak-enaknya hidup di air, eh ditarik pasir. Ketika lagi santai menikmati angin, tahu-tahu jatuh tenggelam. Yah, begitulah...hidup di negeri orang emang manis-manis kecut. Saat kita seakan merasa berjalan di atas jembatan kokoh, eh, kaki terpeleset. Bagus.

There's something buried in the words above... 

Banyak burung-burung jinak setelah keluar dari sangkar, lupa darimana mereka berasal. Lantas tersesat dalam fatamorgana bernama 'kerepotan' dan 'organisasi'. Hingga akhirnya tiba saat puting beliung, menarik lepas bulu-bulu mereka, menghisap tubuh mereka dan menghempasnya jatuh ke tanah - hanya untuk kembali melihat bahwasanya langit masih biru. Tetapi...semua sudah terlambat.

 
~{x-Penasaran? Langsung aja "click" judulnya 2 recall it back...-x}~

Hiks...Yeah...and Wow...aduh!

Sebenarnya mo serius lagi nih...tapi berhubung ni otak lagi butuh refreshing, cerita aja yach! Well, jadi hari ini ada beberapa poin *sucks* yang terjadi. Contoh:

1. I'm not Oriental Tourist?: Jadi ceritanya begini, sebelumnya aku sudah pernah cerita kalo kemana-mana pasti aku bawaannya make headphone, n so pasti sedia bubble gum di kantong. Terus karena disini lagi winter, plus juga pake sweater tebel, sarung tangan, pokoknya lengkap gitu lah, nah kebetulan karena tadi lagi haus, kepikiran udah lama gak beli juice, akhirnya melangkahlah kaki meloncat-loncat kecil menuju toko terdekat :P. Eh, tau-taunya pas nyampe di depan toko sambil menyodorkan duit dengan mata memelas (ikhlas lagi!) si penjaga toko nanyain: "Kamu turis?". Hah? "Kagak bung, udah lama kok disini, ni baru pulang kuliah!". Si penjaga toko cuma manggut-manggut, "Oh..kirain". Damn! Sebelumnya juga sama, waktu itu lagi jalan bareng temen, ceritanya mo nraktir sundae nih, eh sama juga, sambil si waiter nyodorin tuh sundae, dia nunjuk-nunjuk ke headphoneku sambil nanya: "Tourist?". No....... Trus tadi pas di bus, karena kehabisan tempat duduk *sigh* sambil enak-enaknya berdiri sambil ber-humming ria, eh ditabrak cewe Mesir sambil ngomong, "Pardon me!". Loh, mang aku ada tampang Western apa? Kok minta maafnya Inggris-Linggis segala gitu? Geez.... Apa ni gara-gara headphone ya? Atau permen karet? Atau emang ni tampang dah persis kaya Keanu Reeves? Jelas-jelas wajah oriental gini...I'm Asian!!! Ugh.

~{x-Penasaran? Langsung aja "click" judulnya 2 recall it back...-x}~

Ugh....while my mind is still swirling, let's be serious, shan't we?

Well, I've ever written this article before, and this was ever published in Informatika, a weekly news in Cairo. It's supposed to be three-in-row article, but since I've been  busted around more and more with faculty's activities, the second chapter isn't ever written yet :P . I've just formally talked with a chief of editor, and he said that until I'm done with my rush-hour, I could postpone my writing (kekeke...). Okay, and this is it. This first article talks more about the personality and its relation with a communication. The second one will follow after a week, okay? :D


~ The truth must be told creatively! ~
e. x. e. 



Human is considerably as it’s stated in Latin phrase: Homo sapiens – a wise creature that has its talent to deduce everything around and make them as his own benefit. But surprisingly, this state is neither true nor wrong, because humans are psychically different. From this point of view, analogically they could be divided into two groups of people: those who dominate others and those who are being dominated.
~{x-Penasaran? Langsung aja "click" judulnya 2 recall it back...-x}~

Tidak Akan Lenyap


Tapi, disana, kau berdiri
tegak tertahan menyimak lirihnya malam
Dan kau senang melambai lembut
sambil berjalan tertatih, dipeluk angin
bersatu dengan harmoni berpadu
Tidak, kawan, tidak akan lenyap
seperti sebuah pelangi yang menatap hangat


Hujan pun diam, kemilau sisa embun di dedaunan
Awan pagi berlari kecil, riang
sembari siluet merah merobek cakra-
wala, merah sesaat dan bias
sebuah pesona penebar semangat terpahat
Tidak, kawan, tidak akan lenyap
seperti pelita bulan walau di gelap malam sesaat


Tapi tidak, kawan, tidak akan lenyap
pagi dan malam kutapakkan kaki mengucap:
"Juangku masih untuk 1000 asa kudapat!"

(inspired by: Piano no Mori and Choplin's Grande Valse Brillante)


I Am ( a poem)



I am - yet what I am, none cares or knows;
My friends forsake me like a memory lost
I am the self-consumer of my woes -
They rise and vanish in oblivious host,
Like shadows in love frenzied stifled throes
And yet I am, and live - like vaporous toast

Into the nothingness of scorn and noise,
Into the living sea of waking dreams,
Where there is neither sense of life or joys,
But the vast shipwreck of my life's esteems;
Even the dearest that I love the best
Are strange - nay, rather, stranger than the rest

I long for scenes where man hath never trod
A place where woman never smiled or wept
There to abide with my Creator God,
And sleep as I in childhood sweetly slept,
Untroubling and untroubled where I lie
The grass below, above, the vaulted sky


Written by: John Clare

This poem is especially dedicated toward those whoever reading this and has been feeling almost fully-melancholic in his/her life. I know you've suffered. I know, sometimes your hatred to the World and all around you is unlimited. But just let me tell you, I've already awaken from the depth of Hell knowing how I'd felt this, and it just caused me more troubled and disgusted. Don't let the sorrow distress you more, days and so after.

And, hopefully, you'll change. Not into the another person, 'cause there's just no more time to become another-self, but to reconsider things and reconstruct yourself. Being yourself is something more gracefully made of stream of wise. Not then I don't mention, that:

You'll never walk alone... 

~Miracle to me is almost ridiculous. Why?
-x} exe {x-

To put it simply... well, hal-hal gaib tu musti dipercaya. Musti. Harus. Tapi kalo keajaiban, tu lain cerita. Menurutku, keajaiban mutlak tu persis hilarious joke bikin ngakak. Lain soal kalo si Dia sudah turun tangan. Di akhir tulisan ini, akan aku jelaskan bagaimana sesungguhnya sebuah keajaiban tu dapat tercipta.

Percaya gak kalo mo kaya, kita cuma tinggal duduk aja di rumah sampai nelor berapa bungkus, ntar tiba-tiba aja kolong rumah ambruk kejatuhan hujan uang logam? Atau, mo lulus ujian, eh malah jalan-jalan hang out ke party atau bahkan chatting di kamar sampai layarnya mengharu-biru memelas dengan amat sangat untuk dimatiin karena dah seharian hidup terus...n tau-tau sehari sebelum ujian langsung pake sistem SKSD (Sistem Kebut Semalam Doea-Tiga). Wuih!

And now, mari berfilosofis...

~{x-Penasaran? Langsung aja "click" judulnya 2 recall it back...-x}~