.avatar-image-container img { background: url(http://l.yimg.com/static.widgets.yahoo.com/153/images/icons/help.png) no-repeat; width: 35px; height: 35px; }

"Memento Mori"

What is the PRECIOUS thing you TREASURE most in your LIFE?

"Memento Mori" means:

Remember you are mortal...

Vita brevis breviter in brevi finietur,
Mors venit velociter quae neminem veretur,
Omnia mors perimit et nulli miseretur,

Ad mortem festinamus peccare desistamus.


My New Year Anthem

"Love is blind, eh? Then I'll just keep my eyes shut for a while..."
~Anonymous~





This parasite says in his blah-blah-blah:

Counting down, shan't we? Tahun 2010...well, berarti kalo ramalan suku Maya digado dengan ocehannya mpok Lauren, maka tinggal dua tahun lagi kita bisa foya-foya, hidup hura-hura, makan tahu + tempe selagi sempat...sebelum tahun 2012 datang dan meneror kita dengan hidup kebanyakan garam! Bayangkan!
~{x-Penasaran? Langsung aja "click" judulnya untuk artikel lebih lengkap!-x}~


I have been one acquainted with the night
I have walked out in rain - and back in rain
I have outwalked the furthest city light


I have looked down the saddest city lane
I have passed by the watchman on his beat
And dropped my eyes, unwilling to explain


I have stood still and stopped the sound of feet
When far away an interrupted cry
Came over houses from another street,

But not to call me back or say goodbye;
And further still at an unearthly height,
One luminary clock against the sky


Proclaimed the time was neither wrong nor right
I have been one acquainted with the night

(This poem was written by Robert Frost. All this post made to dedicate him, along with it my story goes by...)

"If u want to doubt someone, then, look at the mirror. I am sure the person looking back @  you will be dubious enough!"
~Godot, Phoenix Wright: Trial and Tribulation~


(trans: Mau mencurigai seseorang? Lihat cermin dulu aja...Orang yang melihat kamu dari balik cermin benar-benar sangat mencurigakan!)

Well, gara-gara ujian, jadi mungkin updatex agak tersendat-sendat. Apalagi setelah mengecap bangun jatuh dari tempat tidur...tidak teratur...muka babak belur...badan dah mirip kasur...makan tiap hari cuma pake telur...mana kalo keluar dari flat dinginnya nge-blur...banyak tugas jadi pengen kabur...Aargh! (curhat mode: on)

Whatever, walau pikiran acap kali nge-byur gak jelas, tapi selalu ada solusi untuk setiap permasalahan. Kira-kira apakah solusi tersebut, pals? Jernihkan pikiran anda dengan lantunan simfoni, hati dengan siraman rohani dan perut dengan nasi t(s)ambal terasi! Yeah!



(serius mode, henshin!) Pada postingan sebelumnya, aku pernah membahas mengenai Filosofi Cermin yang mutlak berdasarkan hasil analisa seorang bocah bau permen karet. Bosan dengan menggigau pada alam, dan dikarenakan aku hidup di kawasan manusia-cinta-cermin, well... (ini sekaligus menjawab beberapa pertanyaan sebelumnya, mengapa cermin n bukan yang lain?) karena agak geli setelah melihat dampak  overload-positive dari sindrom self-esteem yang mewabah ke remaja-remaja sekarang (lebih lanjut bisa dibaca disini). Bawaannya kalo kemana-mana, terus lewat di depan toko, mobil, di dalam bus atau apa aja yang merefleksikan diri mereka, secara refleks mereka berhenti sebentar untuk ngaca, merapikan rambut, membenarkan baju atau apa lah. Yang jelas merapikan diri. Musti perfect. Musti tampil keren. Walau ternyata agak najong-najong gimana gitu...


So, aku menyimpulkan, apa yang terjadi bila manusia hidup tanpa cermin? Kayaknya udah jadi kebutuhan primer keempat dah... (sandang, pangan, papan dan cermin rias :D). Cermin tu unik, keren, inovatif, sensual dan sangat sensasional. Heboh banget!
~{x-Penasaran? Langsung aja "click" judulnya untuk artikel lebih lengkap!-x}~

"The world then just goes by...KA-CHANG! KA-CHANG! KA-CHING!!!
~Lampoe Tephlox~

Setelah manggut-manggut smbil ngakak guling-guling nahan kepala biar tetap utuh diatas leher...
:-p (well, hbis baca cerpen temen, gokil banget! Tapi karena gk mo dpublikasiin, ntr aj)

Langsung inget pas chatting d Y!M, waktu itu habis maen2 vektor dikit pake Corel, iseng2 fotoku sedang make headphone, aku block jadi item, trus kasih background aliran tangga nada, langsung jadiin foto profile Y!M. Trus ntah temen2 pada kesambar ilham apa, langsung pada rebutan ngeBUZZ!! n nanyain hal yang sama pada satu waktu:

........
~{x-Penasaran? Langsung aja "click" judulnya untuk artikel lebih lengkap!-x}~

Death means Itself...

"Death is not meant to be an escape from your harsh life. It's a place where everything you've done in your life comes back to haunt you."
~Shinrei Tantei Yakumo - Akai Hitomi wa Shitteru, ch.9~

translate: "Kematian bukanlah cara untuk kabur dari realita keras kehidupanmu. Itu hanyalah sebuah tempat dimana semua yang kamu telah lakukan dalam kehidupanmu kembali menghantuimu."

 My comment:

Well, ni posting gara-gara kesel dah berapa kali baca kasus bunuh diri (read: Suicide cases), terutama di sebuah negeri yang amat saya kagumi, dengan sedikit rasa iri sembari bertanya-tanya: "Ni dulu pulau cuma sebatas pembuangan para kriminal, pernah luluh-lantak gara-gara bom atom, kok bisa jadi trendsetter gni yach?". Negeri mana lagi selain negeri yang terkenal dengan bunga sakura, anime/manga, n Shibuya? Of course....yups! Kamu betul! Ya, yang itu! Ah, masa gak tahu sih...yang itu loh!

Huh! Palagi bejibun manga tw anime yang mengangkat tema kematian. Kematian itu indah, tetapi jangan mengindah-indahkannya, karena hanya Dia yang Maha Indah! Ni contoh manga yang sedikit rasis, brutal, hardcore tw trserah deh nggambarinnya gimana. Srry, kl pnasaran, coba baca d OneManga aj y. Kalo dibahas satu2 trlalu lama :D  :

1. Suicide Island

~{x-Penasaran? Langsung aja "click" judulnya untuk artikel lebih lengkap!-x}~

Pernah gak kamu ngaca, terus terjadi dialog yang kira-kira seperti ini:
"Eh kamu di kaca! Kamu itu siapa sih? Belagu banget tau gak!"
"Kamu merasa dirimu tampan?". Untuk yang nggak merasa cewek.
"Kamu merasa paling cantik?". Kalo ini khusus yang bukan cowok.
"Dah merasa pinter ya? Pinter bohong?"
"Oh, atau kamu dah merasa 'matang'? Dewasa gitu? 'Dewasa' dalam hal apaan?"
"Senyum mulu sih? Senyum palsu tau gak?"
"Pake topeng ya kalo keluar rumah? Mulut aja ketawa, tapi hatimu nangis!"
"Akting...akting..akting...Bagimu hidup ini cuma panggung ya? Boleh lah, tapi apakah teman-temanmu, saudaramu, keluargamu, juga kamu anggap sebagai pemain sandiwara? Aktor panggung?"


Dirimu di kaca menuding dengan jari telunjuk. Begitu juga kamu yang menuding balik. Kamu berdua saling menuduh. Saling menyalahkan, tapi juga saling membenarkan.

~{x-Penasaran? Langsung aja "click" judulnya untuk artikel lebih lengkap!-x}~

Thanx God! God, trims! God...arigatou, arigatou kokoro kara! :-P
And my pals all, you have my salutation and honor!

Perhaps, if some said those awards are junks only presented to those who are spiritless, not having so much to post, only pics to share, meaningless or another...they are wrong. These pics are memorable, even if it cast a doubt later, "Is my blog that worthy?". Yep, definitely, it couldn't be even marked by dollars! 

You're worthy. You're precious. You're valuable. You're too much to mention, and the person who denies it will have his own regret. These pics are the reflection of what ur fellas feel toward you. I don't prejudice, but here I reveal the facts of what actually happened in a real life :-P.

First of all, thanx and respects from the depth of my soul go to Desfirawita, to her these awards belong to. The awards are:


 
~{x-Penasaran? Langsung aja "click" judulnya untuk artikel lebih lengkap!-x}~

Bingkai Ilusi

Dia ulur pelan-pelan benang waktu
sampai sedetik memori itu terbersit
kencang mengejang, tapi berbantah dengan kalut
dan dia lebih ingin pudar
merasuk dengan malam menjadi satu

Kata-kata terbungkam
jerit pilu ranting berpatah...

Ingin kubingkai berpuluh hati
yang tergambar tanpa intuisi
berpola rembulan dengan senyum terpasang
mungkin sedikit kecup tanpa emosi
tanpa mengharap bunga harum berkuncup

Berdua, sama, bertatap balik
saling menuding dibalik kaca





(this was made according to someone who just requests its picture, then I'll add some with a poem :-P)

      Ok. For all my pals, habis iseng-iseng nyari bahan buat artikel, eh kebetulan nemu kuis menarik! Karena kuis aslinya menggunakan bahasa Inggris, agar memudahkan untuk sahabat-sahabat blogger Indonesia, dengan susah payah...sampai harus berkeringat darah...(ahaha, lebay..akhirnya terselesaikan trjemahanny k bhs Ibu kita :D.

Sebelumnya, mau cerita dikit. Kuis ini adalah sedikit gubahan dari kuis asli, dengan 40 soal juga, yang disadur dari buku 'Personality Plus', karangan Florence Littauer. (sample kuis bisa didownload disini: Profiles 1 and Profiles 2)
Well, ok, biar cepet, langsung to the point. Ni poin2 yang harus diperhatikan dalam mengerjakan kuis ini:

1. Siapkan tiga alat: mouse, browser dan otak yang masih fresh buat jawab 40 soal :-P
2. Setiap pertanyaan mengharuskan empat jawaban, antara: Sering Banget (SB), Sering (S), Kadang (K) dan Jarang (J)
3. Tiga kata: Jujur..jujur...dan jujur! Be honest of yourself, jangan pilih jawaban yang kamu anggap bagus, tapi pilihlah jawaban yang sesuai dengan watak n kepribadian kamu (After all, percuma kan kalo kita dapet hasil tes memuaskan tapi menipu diri sendiri?)

And now, here it goes!

~Pray toward Him b4 beginning of everything...~


~{x-Penasaran? Langsung aja "click" judulnya untuk artikel lebih lengkap!-x}~

Dibalik Ruang


Masihkah aku tersesat,
tatapku terkurung, hanya dalam sekotak hasrat?
Dulu sang murai terpenjara bisu
pandangnya kosong, menyanyi sumbang:

"Rumahku dulu angin, berubah kabut
simfoniku embun pagi, kini terhalang jeruji
dan kawanku sang mentari, tatapnya sendu
Aku ingin mencium langit biru!"

Kini lepas kepak sayap patahnya
dengan sejuta asa berkelok terbang
tapi entah hendak berarah?

"Rumah yang dulu hangat, berhembus panas
simfoni penyayat hati menggerung berang
saga membara, bertangis langit darah
kini alam tak lagi bersapa ramah!"

Lama dia mematung di angkasa
dan kelak, dalam jeruji dingin
dia kembali...

Greetings, everyone! Wow, lately I've been in rough days...while making sure to write something in this blog, I'm ended up stuck to finish my current jobs :D. But, here comes something cool...

The first award presented 4 my blog (aha!)

Here is the award, and hereby I deeply thank to Gitta, who's kindly gave me this precious thing :D (thx dear!)











Sure it stimulates me to create more posts! But before, I want to state "How to accept this award":
must thank the person who gave you this award
display the award logo
nominates up to 9 bloggers that make you feel comfy and warm inside
link to your nominees
let them know they have nominated by tagging or commenting

I'll give this memento to my pals... some to motivate them to be more HARDCORE in their blog...and some to really appreciate them that their blog inspired me so much :-P (*chuckle*). Ok, here they are:

~ Buka Pikiran, Jernihkan Hati ~
~ anothersideofme ~
~ Sharing Ilmu Yuk! ~
~ Jayus Goblog ~
~ miaw's world ~
~ Damai Itu Indah
~ All About Free Articles ~
~ Lee Choo ~
~ Welcome to My World ~



Dan denting gumam berguguran
tapi waktu tetap terbahak
Dinding bersahutan sunyi dalam kabut,
lirih, bual...atau kecam?
Yang keras menggerung di telinga
sedang aku buta dengan cahaya yang sangat terang?

White-blinded...
kini mataku terbuka!

Just then I'm amazed with the gloomy spark
engulfed with the burst, then hypnotized
half-petrified in the air then, terrified
spitting the image on the mirror...
It's not even my face!

In the white room, a justice comes undone...

"We must give THANKS to the sorrow that shows us pity...to the pain that teaches us courage...and to the mystery which is a mystery still."

~Anonymous~



translated: "Kita harus berterima kasih kepada 'kesedihan' yang telah menunjukkan kita rasa 'kasihan', kepada rasa 'sakit' yang telah membuat kita 'berani' dan kepada 'misteri' dimana ia masih merupakan 'misteri'.....sampai sekarang"

 My comment:

3 hal yang biasanya kita selalu anggap negative, padahal efeknya ternyata gede banget. Dan semuanya merupakan satu koneksi yang saling berhubungan, dalam sebuah limas segitiga paling simetris bernama...

~{x-Penasaran? Langsung aja "click" judulnya untuk artikel lebih lengkap!-x}~

"Blinded"


Barely, I even dare ask the falling stars,
scars are hanging out with the night
where my heart's just pumped by

Strangely, I've ever led to the astray
going blind and down-straight to say,
"I'm bright-sided with my own dark!"
now please relieve, it's just a fable

Echoing far upon the mounts, my mind goes by
sunk, dripped, drown,
only rises to fall again
I'm just a filthy boy, seeing such no guilty
and hereby, I put down my gavel...

"Sometimes one has to make mistakes to learn what is right".
~Someone I can't recall~



My comment:

Whatever I keep trying, I'll do almost the same.

Oh, yeah? Says who?!

Coba kita trace back. Misalkan, kita pernah berbuat salah kepada seseorang yang amat kita sayangi, pasti kita sangat menyesal dan berjanji tidak akan mengulanginya kembali. Tetapi, memang pada dasarnya manusia tu memang tempat salah dan lupa, wajar jika kesalahan yang pernah dilakukan sebelumnya bisa terulang kembali.



Tetapi sangat-amat-tidak-wajar-sekali jika kesalahan yang telah kita ulangi, terjadi kembali.... dengan sengaja.

Well, ini sama saja seperti kita berjalan lalu terperosok di sebuah lubang (duh, lumayan sakit!). Kita bangun, berjalan kembali, dan mengingat-ingat lokasi lubang tersebut berada. Tetapi esoknya, di jalan yang sama, dan di lubang yang sama pula, kita terjatuh kembali -- hanya untuk mengetahui gimana rasa sakit yang ada dan membandingkannya dengan sakit yang sebelumnya. Lucu nggak?

~{x-Penasaran? Langsung aja "click" judulnya untuk artikel lebih lengkap!-x}~

My apology from the deepest of my heart, for the blogger's sake, and my regard for you all!



Sahabat-sahabat blogger yang tercinta, maafkan daku ini yang sekarang lagi sibuk..banget! Jadi, kalo misalkan komen kok gak dibales, nyapa kayak angin lewat, bukannya aku cuek (Once more, i'm not cuek, dear!) tapi emang padat banget kerjaan di sini. Jadi mati kutu nih.

~{x- Click aj "title"-ny... *hikz* -x}~



Aku baru sadar kalo jauuuh di negeri orang lain bisa lebih meningkatkan rasa nasionalisme n cinta Tanah Air.

Mungkin pikiranku yang tambah error, tau memang ni Indonesia lagi kacau balau? Dimulai dari berita simpang-siur disana-sini, bencana alam bertubi-tubi menyerang kawasan pulau Sumatera dan Jawa, belum lagi rasa kangeen berat terhadap masakan asli negeri Khatulistiwa ni.

Indonesia sedang diguncang berbagai macam bencana alam hampir diseantero negeri. Misalnya tsunami, banjir, tanah longsor, gempa, gunung meletus dan masih banyak lagi. Berbagai macam teori yang diajukan untuk dijadikan penyebab lahirnya bencana tersebut; mulai dari penggundulan hutan, penyalahgunaan lahan, sampai global warming. Banyak banget lah. Belum selesai konflik pasca tsunami di Aceh, langsung disusul 5 gempa dengan skala yang lumayan besar. Indonesia benar-benar menangis darah...


Prihatin nih. Emang gimana sih kerja pemerintah, masa cuma bertindak pasca bencana doang? Gk ad tindakan solutif lain kek, kyk pencegahan gitu, atau mempunyai sistem yang dapat mengindikasikan adanya gempa seperti di Jepang?  Berapa puluh korban lagi coba, atau berapa ratus korban lagi harus menumpahkan tangis mereka karena kehilangan sanak saudara? Kerabat? Keluarga?

~{x-Penasaran? Langsung aja "click" judulnya untuk artikel lebih lengkap!-x}~

"Memories are the single greatest determinant of a person's identity."
~Kingdom Hearts: 358/2 Days~

translated: "Memori adalah faktor penentu paling penting dalam menentukan identitas seseorang"

but, remember...


"People are not always meant what they meant to be."
~Phoenix Wright: Justice for All~

translated: "Tidak semua orang selalu menampakkan diri mereka sesungguhnya."

My comment:

 Apa yang pertama kita lakukan jika kita pertama berkenalan dengan seseorang? Ada yang yang langsung melihat ke pakaian yang ia pakai, apakah dia orangnya rapi atau tidak. Ada juga yang melihat dari gayanya, apakah dia orangnya cuek? Santai? Serius? Kemudian menanyakan teman-teman terdekatnya. Ada juga yang langsung mengajaknya bicara, kalo dia ngomongnya enak, berarti dia enak jadi temen (emang permen!). Ada juga yang pura-pura cuek, biasa aja, tapi mengamati diam-diam, sekaligus menilai: "Siapa sih sebenarnya kamu itu?"

~{x-Penasaran? Langsung aja "click" judulnya untuk artikel lebih lengkap!-x}~


"Barangsiapa yang hanya berpegang teguh pada akalnya, niscaya ia akan sesat jalan hidupnya. Barangsiapa mengandalkan hartanya, berarti dia orang yang miskin, karena betapa banyak harta yang ia miliki, ia tidak akan puas. Barangsiapa menggantungkan kemuliaanya kepada makhluk, berarti dia belum percaya terhadap dirinya sendiri."
~a Wiseman~

 My comment:
a 
Ok, karena kebetulan lagi musuhan berat sama yang namanya UANG, maka akan aku bahas duluan, kay?



Paling 'alergi' banget sama yang namanya UANG. Entah kenapa, gak pernah ada peruntungan kalo berurusan benda alias DUIT ini. Mulai dari sering bokek, sering kehilangan duit, sering dipinjemin duit tapi gak balik-balik (*sigh...*), sering bayar sesuatu yang terpaksa harus bayar (dan tidak jelas untuk apa, gaah!) dan banyak lagi. Makanya, males banget kalo nyimpen duit banyak-banyak, mending simpan untuk sesuatu yang diperlukan aj, sisanya bisa diberikan ke orang lain, baik pengemis kek, fakir miskin kek, sumbangan dana untuk para korban bencana alam, bencana perang...atau pengembangan teknologi senjata mutakhir dalam misi perdamaian dunia (alias GENOCIDE, haha *love it*).


Teringat sebuah sirah, bahwasanya Rasulullah SAW dalam bersedekah bagaikan angin yang berhembus. Bagaimana sih kalo ada angin lewat itu? Sejuk kan? Dingin-dingin empuk gimana gitu, dan tentu seluruh bagian tubuh kita terasa apabila kita berada di tepi jalan, kemudian ada angin kencang. Begitulah seharusnya prinsip bersedekah. Tidak usah pandang ragu dalam mengeluarkan duit, biasanya kalo mo ngasih duit aj harus cari recehan dulu, kalo gak ada ya gak ngasih. Mungkin kita bisa tanyakan kembali, apakah syarat utama dalam bersedekah? Ikhlas. Nah, kalo kita harus cari recehan dulu, apakah kita masih bisa mempertanggungjawabkan entitas ikhlas dalam sedekah kalo kita cuma ngasih recehan? Berapapun duit yang terambil dari kantong, langsung kasih, walaupun itu 50.000-an (Peace, buat yg lagi bokek :D).


Itu tadi masalah duit.

~{x-Penasaran? Langsung aja "click" judulnya untuk artikel lebih lengkap!-x}~




to glare the ashes of burning leaves
the cutting wrists let the blood flew
and howling is just the art of noise
What the thrilled fun is the Angel
whispering? About love, moan
and distinction the devils are crying
of?


to bring the disaster and erruption,
catastrophes, pains and interruption,
the stream of love what humans
are searching for long
The forgotten memories are back then,
when the dusk covered the earth
with flooded red-blood, hot


A memento from me for all girls who just drop by here...
(artikel ini ditulis bekerjasama dengan senior saya -- Lya Nissa,  nama pena dari seorang aktifis dan mahasiswi tingkat 3 Fakultas Ushuluddin di Azhar University, Cairo) 


 "Semakin kenal aku seorang wanita, semakin tak mengertilah aku akan dia.”
 ~Shakespeare~

Banyak orang mengatakan bahwa wanita adalah makhluk yang lemah, misterius dan suka berbelit-belit, seperti halnya yang diungkapkan Shakespare. Pandangan tersebut sebenarnya tidaklah benar adanya. Karena, sebenarnya seorang wanita memiliki bahasa tersendiri dalam mengungkapkan apa yang ada dalam pikiran dan perasaannya. Bahasa pakem yang kadang terasa sulit untuk dipahami oleh kaum laki laki, dan akan sangat fatal apabila mereka tidak mengetahuinya.


Wanita adalah ciptaan Allah yang memiliki berbagai keistimewaan. Keistimewaan itu yang membuatnya berbeda dengan yang lain. Wanita cenderung membaca suatu permasalahan secara detail berbeda dengan laki laki yang melihat suatu permasalahan secara global. Hal ini karena otak laki laki lebih berorientasi kepada solusi sedangkan otak wanita lebih berorientasi kepada proses.


~{x-Penasaran? Langsung aja "click" judulnya untuk artikel lebih lengkap!-x}~

Sinonim Pagi Malam



Duhai,
sejuk embun tertetes membasahi pagi
daun-daun menari di atas orang mati
Masih kudengar pohon itu berseru
“Mengapa?” sedang matahari meraung panas
menyisakan kata “Apa?” yang bertubi-tubi
menghujam di hati orang-orang
berkelabung hitam, berkelamkan pagi suram

Duhai,
bulan jauh menyisakan sinar, dekat
tampaklah wajah bopeng bagaikan setan
“Inikah rupa manusia?” keluhku
Riak-riak tangis mengalir deras
menusuk berang menggerung di telinga
Tapi tetap tidak ada hati yang paut
sekarang terkatut-katut, besok kalang kabut

Kalau boleh tuk ditepis aku laku
sangsangkan saja mimpi bual itu
sekian juang tuk meraih, menggapai
Kamu tidak tahu?
Itu semua semu !

Kalau boleh kuberitahu
burung itu lepas sudah dari sangkar
setelah sekian lama bebasnya terbelenggu
mericau riang, mengepak terbang
lepas di cakrawala biru
Kalau ingin tahu, itu Aku…


"Janganlah jadikan hatimu bagaikan API yang dipenuhi kemarahan, mudah membakar jiwa dan hanya mengerti cara maju. Tapi jadikanlah hatimu itu AIR, dapat mengubah bentuk menjadi berbagai macam benda yang ditempatinya, menampilkan dan menelan segala macam benda... membebaskan hati dengan melepaskan diri dari kemarahan dan kebencian, tetapi sifatnya sendiri tidak berubah.
~"Kyoichi Nanatsuki, Project ARMS"~

My comment:
Hati. Satu kata beribu arti (gak, cuma dua kok :D). Jika dalam ilmu biologi, sudah jelas yang namanya organ "hati" itu letaknya di bagian perut kanan-atas, tepatnya di bawah diafragma. Merupakan organ terbesar, penyaring racun, dan banyak lagi fungsinya. Tapi jika ada dua orang berseteru, dimana pokok masalah hanya berada di salah satu pihak, lantas pihak yang terdzalimi bertanya kepada the Dzolimer: "Hatimu tu dimana sih?".

Apakah "hati" yang dipertanyakan disini merupakan "hati" yang sama dengan organ tubuh?


Apakah "hati" disini sama dengan --hati-- saat ortumu bilang pas kamu mau pergi: "Hati-hati di jalan, nak!"


Apakah "hati" itu berada di Amerika Latin sono, yang kalo gak salah, ibukotanya tu Port-au-Prince? (Itu mah Haiti!)


Mengapa jika kita ditanya balik mengenai, "Eh, hati itu sebenarnya dimana sih?", pasti hampir respon 5 dari 10 orang menjawab, "Hati itu letaknya disini," sambil nunjuk ke dada bagian tengah. Kenapa kok bukan d perut misalkan? Well, mungkin karena perut seudah identik dengan nafsu. Kepala? Jelas akal, lah! Ad sedikit cerita mengenai dimana letak hati dan apa sih "mata hati" itu?

~{x-For the complete text, please "click" the title above-x}~

 "You never really understand a person until you consider things from his point of view. Until you climb inside of his skin and walk around in it." ~Atticus Finch~


translated: "Kita tidak akan pernah bisa memahami orang lain hingga kita melihat segala sesuatu dari sudut pandangnya... Hingga kita menyusup ke balik kulitnya dan menjalani hidup dengan caranya."
~ Attiqus Finch (quoted from Harper Lee : "to Kill the Mockingbird")~

My comment:
Setuju dengan pendapat di atas? Karena terkadang kita sering menyalahkan orang lain karena berbuat seperti ini, seperti itu, yang di hadapan kita, kita anggap salah. Contoh, sekarang ini banyak polisi yang menangkapi para remaja atas tuduhan penganiayaan atau karena pengaduan, kemudian mereka bukannya dikirim ke lembaga rehabilitasi tapi malah langsung dijebloskan to the Hell Jail!

Oke, mungkin aku sedikit menulis ini karena tergugah oleh manga yang barusan aku baca, judulnya Rainbow. Ada yang sudah pernah baca? Cool abieZ! Bercerita mengenai tujuh orang remaja yang dikirim ke penjara karena berbagai alasan, mereka terpaksa melakukan tindakan kriminal tingkat ringan, yaitu pemukulan. Hanya pemukulan. Itupun juga ada alasannya. Tapi mereka di penjara dianiaya, disiksa, pokoknya mau merasakan neraka dunia tingkat medium, silahkan masuk penjara.

~{x-For the complete text, please "click" the title above-x}~


Rule the violence, comes under the traitor
Let me go! Right like you get a sins, an order
Overwhelming even the destructor, spoke such a
Successor – suggester thou pretended ragingly walk, exterminator
Caught sight of predator all over the dark of jungle
Single person minded the key to crush the world's struc-
ture, an IMPRESSIVE!
Me? Like i`m not – meant as an innocence
Supporter, though


 

A minor spell created past when an awesome
raging birds flew the sky and filled with an anthem
as the blindly rain drenched them knew no point,
thou a birds their wings waxed and fall not,
destined to horizon for the reason they know not,
sliced the air shrinking it to the throat,
Emphasizing: ” we are the general, the
marshal, the righted, the justice”
chasing into the scarlet, in the birds
they were howling in the silence

Murder, the crucial and official
Order against the name of suffer
Real protective, since shines and burdens
We rush to sudden, impair for the fallen
Let the imprisoned and curse the lawyer
For the righteous
Just, a truth less
(while the justice must be served,
sacrifice must be made in exchange
for the equivalent 

This is the root of this rotten world)

Bagi yang SUDAH ngerasa mumpuni dalam bidang per-HTMLan, silahkan baca!

Look up, guys! Seriously, while I'm crawling in the Blue Nowhere somehow looking for my "ingredients", there's a "pop-up" blows right on the corner of my desktop -- notifying me having a new email in my Yahoo! so I just checked it out. And, wowowo....

Here's what I got!

http://n00bhackertest.googlepages.com/index.html

Ada seorang temen dari sebuah forum yang membahas mengenai "dunia-bawah" cyberworld, yang telah berbaik hati ngasih nih link. Pertama aku kira tuh situs apa-an? Pa tutorial baru? Dah bosen kalo tutorialnya gitu-gitu aj. Eh, tau2 pas kubuka. Langsung surprise! 



~{x-For the complete text, please "click" the title above-x}~

Mengenai topik diatas, tidaklah salah berjudul 'makhluk' karena aku benar-benar ingin mencairkan hati-hati yang telah beku dan jiwa - jiwa yang terkunci rapat di dalam loker "kesedihan" (Wuhoo, sok puitis!)
Kita akan membahas sedikit mengenai ~Homunculus~ .


Apalagi kita GOOGLing, maka arti Homunculus sangatlah banyak, nah, karena banyak banget, aku cuma bahas tentang homunculus yang satu ini aj.

Dalam bidang ilmu neurologi dikenal sebuah istilah yang disebut 'sense' homunculus. Contohnya, saat kita memegang sebuah gelas berisi es degan, rasanya dingin kan? Tapi, walau rasa dingin ini dirasakan oleh ujung jari, sebenarnya dirasakan oleh otak (pasti dah tahu). Artinya, di dalam otak pun ada 'ujung jari'-nya -- atau dengan kata lain, ada bagian yang merasakan informasi (atau, menerima) dari ujung jari. Nah, indera di seluruh tubuh manusia eksis seperti peta pada permukaan otak, yang apabila dijadikan bentuk solid... akan menjadi seperti sosok dengan manusia kerdil, dengan tangan sangat besaar dan bibir paling NDOWER-paling lebar sepanjang sejarah.


~{x-For the complete text, please "click" the title above-x}~

~ The bond built with mistrust will eventually apart. The truthfulness is the main key. ~

Tahu gak sesuatu yang paling sering dipalsukan oleh semua orang, dan bahkan anak kecil pun dapat melakukannya?! Sesuatu itu adalah senyum.

Selintas senyum dapat membuat orang hatinya jatuh (jatuh hati), sekilas senyum dapat menyiram kobaran api orang di hadapan kita, seuntai senyum dapat menutupi sebuah kebohongan, segaris senyum dapat memmbuat orang percaya dan senyum yang tulus membuahkan pahala (betul, kan?) Saat kita senang, kita tersenyum...atau bahkan tertawa. Saat kita sedih, dan unutk menutupinya dari orang lain kita juga tesenyum. Unique.
Nah, ikatan juga sama, Pa-aja. Workgroup, friendship, brothehood, pacaran-ship n kapal-kapal lain. Berbohong tu sama mudahnya seperti angkat tangan, dan unutk menutupi satu kebohongan diperlukan LEBIH bohong-bohong lain. Sedangkan jujur, jujur saya akui kalau berbicara jujur itu jujurnya susah banget, bahkan jujur kalu sekarang aku gak tahu bicara jujur pa gak. U judge.

It suddenly creeps me, a wooden quintain
just the fist I miss, or about the mist I'll blitz?
a cling to the air, my last thirst
a draw was revealed, but was it the first I redeem?
the shade is there, but what?
sighing to the ground, I hang on tears
what's this prejudice I can't recall?


The stars stabbed me on dream, yet
calls a moon to howl for a downed-Droon
not a precious gift
it causes a harder sorrow, when we
hold our dear most tightly I fear
same still, reminiscing
what's this swiftly-blink I can't recall?

Now my sword of hope lasts hone
a shield for someone, my dear
still I can't recall


Tawaku pada cermin pecah
berbalik melihat rupaku yang mendua
Kecam diri, hati berbelah
rutukku saja berputus jua

Masih kupijak di dalam bayangan
relung gelap dalam malam kelam
Kududuk dengan sepi, terdiam
bintang diatas penuh sindir

Langkah kaki kumantap
Bingung menatap pantulan kaca
Mengapa? Ada apa?
pada cermin ku bertanya

Well, bagi kamu-kamu sudah membaca judulnya, musti harus baca artikel ini! Terutama for guys and gals..!!!

Seorang Tehmina Durrani dalam autobiografinya menulis, seumur hidup ia merasa sebagai "itik buruk rupa" walaupun ia telah menjadi istri seorang Musthafa Khar, orang kedua dan tangan kanan PM Pakistan Zulfikar Ali Bhutto (kalo gak tahu, yah sekedar bilang...dia orang yang kaya n ganteng. Enough) Hanya karena sedari kecil ia dikucilkan oleh ibunya karena ia tidak berkulit putih. mati2an neneknya melumuri tubuh dan wajhnya dengan segala macam ramuan supaya ia bisa menjadi putih dan tidak dikucilkan oleh ibunya lagi. Sayangnya, usaha si nenek gagal (ya jelas..) dan ia tetap tidak disukai oleh ibunya karena berkulit hitam.





~{x-For the complete text, please "click" the title above-x}~

Curhat dalam eksistensi yang berkembang seakan tiada arti
Dari malam turun ke bulan, aku mengurung diri dalam sepi...Facebook-an
Dari pagi hingga dini fajri, mash saja berY!M dengan asri
Seandainya saja aku bukanlah apa-apa, aku tidak dikenal orang banyak, aku tidak dipedulikan...diacuh! Disumpahi! Dimurka! Ditendangi!

Tapi aku bukanlah seperti itu, dan harapan-harapan bertumpukan di pundakku
Aku hanyalah mahasiswa biasa, tetapi ingin menggenggam dunia
Memplokamirkan diri menjadi satu dalm tegap tiang kokh perkasa
Aku hanyalah mahasiswa biasa, sering dirundung duka dalam kecewa
tetapi penantianku panjang, doa kupanjatkan...
bernyanyi di musim berpeluh dengan dzikr Al-Qur'an


Seandainya saja aku bukanlah apa-apa, tidak perlu chatting
melepas diri dari belenggu kebutuhan depan layar kaca
Menghabiskan diri dengan diktat2 penuh bertumpuk
yang pernah kukurung dalam gelapnya lorong kasur

Seandainya saja aku bukanlah apa-apa, pertemanan virtual
mungkin hanya keluh, tapi aku menginginkan bukti nyata!
Mengetik dengan pegal, tertawa kayak orang gila
Tapi....sekali lagi, aku hanyalah mahasiswa biasa
Dan aku berusaha!

When half the paper was abandoned

blank - still empty, white with

no such dirty

remaining pictures blink swiftly

resist... The Oblivion that is still clearly

When you are no longer tired to

hope seeking the treasures what must to

Believe what your path brings you to

do…and Angel is there watching for you


Kita sudah biasa menanyakan kosa kata atau bahan tw APA AJA yang ingin ketahui dan belum kita ketahui kepada mbah Google. Si mbah dengan santainya berkata: "Nih nak, mbah dapat satu juta lebih tentang apa yang mau kamu tahu. Mbah gak mau beritahu kamu langsung, takutnya mbah salah, jadi silahkan kamu pilih sendiri! "

Mungkin terkadang kita menganggap browsing sebagai hal yang asyik, tapi apabila kita sedang kepepet abiz, lagi masa tenggak atau sedang menghadapi deadline, dalam hati kita mengutuki si mbah: "Mbah ni bodoh banget. Gw nanya tentang A, jawabannya dari A sampe Z. Pusiingg.."

Nah, ni gW ksh solusi,
gO_Ogle .hacking : BASIC (part 1)
(artikel lengkap, klik judul di atas)



Saat aku menyapa bulan dalam bisu
Malam tak berkutik,
lirih angin dalam syahdu
Rentang waktu putus, kalut
Enggan tangan mengayun
Dan saat bintang beranjak enggan
Aku palingkan bulan!

Dalam gelap aku menyatu

And through another darkness thee am omitted
Far-deep, miles... thee am thrilled!
Glaring back to the moon, thee am banned
But then mine is relieved...

The moon smiles upon me still

Terbuai dalam gugur dedaunan
Lambat mengepak, ia menatap senja
Andai langit memekak marah, mungkin takut
Malam tak kunjung usai, kalut

Gemulai harum darah dalam pekat panas
lagi riak tangis mengalir bagai bah
Sesak...
tapi haru dalam dada lepas sudah!
Kupu-ku juga melemah
patahlah kepak, tinggal sebuah

Verse 1:

Lagu ini cuma tumpukan sampah untuk para sampah
Dipandang tak enak, dibaui tak sedap, indah diinjak-injak
cukup saja kecap gerombolan lalat, bagimu basi
Kalau tak acuh cukuplah buang muka!
Tak usah hirau, bagimu aku sampah
...

Terserah jika mau dikata apa. Telingaku buntu
mampet dengan racun dari lidah ular-ular itu
Sang induk, yang berekor paling tambun, sering berkata:
"Tampukkan saja kepadaku dunia. Aku punya.
Lemparkan saja ke aku bebannya. Bisa —
kulahap dengan gampang, badanku ada, dia mangsa."
Mungkin lalu ditimpali dengan si kepala runcing:
"Kamu bisa? Jalan saja beralur kelok patah
melihat dirimu muak sudah, pada penat aku pasrah.
Kalau boleh, sudah lepas! Padaku mereka rebah, bukan ke kamu."
Dan yang terakhir, paling bungsu, paling kecil:
"Lekas! Bergegas! Waktu tidak berhenti diam;
dia berlari menggeragas atau kamu yang menindas!".


Verse 2:

(Haha! Tawa lepas membahana)
Lagu ini kau ambil saat menginjak tumpukan daun berguguran
atau sendiri di taman dengan para penjahat mata berkeliaran
Mungkin kamu bosan, mata sayumu terlihat sepi
entah di balik hati kobaran api menggelegar
atau Everest abadi, puncaknya beku tak karuan?
...

Patung. Topeng. Manekuin. Salam.
Lalu longsor dari langit, hujan diatas para hati hitam
Aku meludah. Cuih! Matamu belok serupa tanya,
"Merah...? Darah? Saos tomat? Sirup?"
"..."
"Lidahmu berbelah dua atau apa berupa? Dimana kata?"
"..."
"Hei! Kutampar akal tiranimu dengan pongah, bisu tua!"
Tatapanku tidak bergeming. Matanya juga masih sangat—ke aku lekat.
Dalam cahaya, gelap menyergap. Harap kubicara, apa jua?
Kering...Dahaga...
Lidahku terikat oleh aksi tak tampak


Chorus:
Mari mengenang selembar kertas, sobat!
Tanpa kata, tanpa fatamorgana
Yang tampil adalah bekas raut wajah yang sudah tua
Letih dengan apa itu dusta, lemah dengan puja!

Bridge:
Langkah setiap cahaya diiring bayangan
Mungkin kepadanya lagi aku kembali berteman
Tanpa tuan, tidak, ah sudahlah
Kembali dalam simfoni...aku berkawan malam


(ditujukan untuk direnungi, untuk dihayati, dan sebagai peneman kopi setelah bangun menjelang pagi.)

One day the moment goes through....

Yep. Thinking a while back then, i'm still able to recall that if I create a blog....what it'll look like? What the heaven (yeah, it's heaven, not hell. Why the "hell" I must use that word, heh?) it contains about? And what, for my own sake, what goal my blog aims for? Now, after compiling some data then, I'll humbly represent my new horcrux - that's what I love to call this, n here it goes...
(lebih lanjut, klik judul)