.avatar-image-container img { background: url(http://l.yimg.com/static.widgets.yahoo.com/153/images/icons/help.png) no-repeat; width: 35px; height: 35px; }

"Memento Mori"

What is the PRECIOUS thing you TREASURE most in your LIFE?

"Memento Mori" means:

Remember you are mortal...

Vita brevis breviter in brevi finietur,
Mors venit velociter quae neminem veretur,
Omnia mors perimit et nulli miseretur,

Ad mortem festinamus peccare desistamus.


"Janganlah jadikan hatimu bagaikan API yang dipenuhi kemarahan, mudah membakar jiwa dan hanya mengerti cara maju. Tapi jadikanlah hatimu itu AIR, dapat mengubah bentuk menjadi berbagai macam benda yang ditempatinya, menampilkan dan menelan segala macam benda... membebaskan hati dengan melepaskan diri dari kemarahan dan kebencian, tetapi sifatnya sendiri tidak berubah.
~"Kyoichi Nanatsuki, Project ARMS"~

My comment:
Hati. Satu kata beribu arti (gak, cuma dua kok :D). Jika dalam ilmu biologi, sudah jelas yang namanya organ "hati" itu letaknya di bagian perut kanan-atas, tepatnya di bawah diafragma. Merupakan organ terbesar, penyaring racun, dan banyak lagi fungsinya. Tapi jika ada dua orang berseteru, dimana pokok masalah hanya berada di salah satu pihak, lantas pihak yang terdzalimi bertanya kepada the Dzolimer: "Hatimu tu dimana sih?".

Apakah "hati" yang dipertanyakan disini merupakan "hati" yang sama dengan organ tubuh?


Apakah "hati" disini sama dengan --hati-- saat ortumu bilang pas kamu mau pergi: "Hati-hati di jalan, nak!"


Apakah "hati" itu berada di Amerika Latin sono, yang kalo gak salah, ibukotanya tu Port-au-Prince? (Itu mah Haiti!)


Mengapa jika kita ditanya balik mengenai, "Eh, hati itu sebenarnya dimana sih?", pasti hampir respon 5 dari 10 orang menjawab, "Hati itu letaknya disini," sambil nunjuk ke dada bagian tengah. Kenapa kok bukan d perut misalkan? Well, mungkin karena perut seudah identik dengan nafsu. Kepala? Jelas akal, lah! Ad sedikit cerita mengenai dimana letak hati dan apa sih "mata hati" itu?

~{x-For the complete text, please "click" the title above-x}~


"Ada seorang wanita yang sangat sensitif dengan perasaan yang dialami oleh orang lain. Dia bisa merasakan kesedihan orang lain, dan ini menjadi beban baginya. Dia juga bisa "melihat" kebencian dihati orang lain, dan tentu, bikin kepala pusing. Begitu sensitifnya hati orang tersebut sehingga dia bisa "membaca" perasaan orang lain. Justru karena mempunyai "kelebihan" yang seperti itu, orang tersebut lalu sering sakit-sakitan. Dia tidak kuat membawa beban orang-orang disekelilingnya. Sampai ia menjumpai seseorang lalu berdialog dengannya.

Orang itu bertanya, "Jika kamu dipuji oleh orang, bagian tubuh mana yang merasa enak?". Segera wanita tersebut menunjuk pada dada tengahnya. "Jika kamu dihina oleh seseorang, bagian tubuh mana yang merasa sakit?". Dia menunjuk lagi dada tengahnya. Kemudian orang itu bertanya lagi "Pernahkah ada seorang yang menghina kamu, lalu tangan dan kaki kamu merasa sakit?". Dia menjawab, "Tidak pernah."

Kesimpulannya, segala macam perasaan masuk lewat dada bagian tengah. kata-kata yang menyenangkan atau menyedihkan masuk ke dada bagian tengah. Dalam bahasa teknis, lewat "sensor" atau "kamera".

Terakhir, orang itu bertanya lagi, "Lewat mana kamu membaca perasaan orang lain? Apakah lewat dada bagian tengah juga?." Dia membenarkan.
Inilah yang bisa disebut "feeling camera" atau "kamera perasaan". Dada tengahlah tempat membaca dan munculnya berbagai perasaan yang lantas terproyeksi pada diri kita.

Lantas apa arti hati API dan hati AIR? Sebenarnya ini merupakan filsafat ternama dari ajaran Tai Chi Quan. Aliran Tai Chi terkenal dengan keluwesan dan alur gerakan yang sangat ber-'estetika'. Apabila kita melihat para pelatih Tai Chi (atau yang sering nonton film Mandarin, :-p) tidak seperti Karate, Taekwondo ataupun teknik self-defense art lain yang mengadalkan kekuatan external (fisik), Tai Chi lebih menekankan pada kekuatan internal.


Dalam Tai Chi Quan, sedetik saja kita dikuasai emosi, maka mulai detik itulah kita kalah. Sama seperti hidup pada realitasnya, apabila kita selalu saja menyelesaikan segala permasalahan dengan emosi - bertekad menyelesaikan segalanya dengan cara kekerasan, maka konflik yang ada akan selalu beruntun kemana-mana. Banyak contoh, baik dalam legenda, mitos, maupun kisah nyata. Tipe orang yang kalo sudah dibikin kesel, bawaannya kepengen balas. Penyembunyi dendam. Jika mata sudah dibutakan dengan 'kebencian', maka warna apapun di depannya menjadi hitam. Cepat naik darah. Kalo sudah ngambek atau apa, bawaannya kepengen marah. Destruktif. Menganggap dirinya jauh lebih superior daripada yang lain. Itulah hati API.

Lain halnya dengan orang yang selalu berpatokan pada 4C (kelasku dulu, haha :D), yaitu: cool, calm, collected and confidence. Selalu bertindak berdasarkan pertimbangan seimbang, antara akal dengan hati tanpa mengutamakan salah satu pihak. Tidak mudah terbawa arus, tapi dialah yang mengatur alir arus. Bisa bergabung dalam keadaan apa pun, jika keadaan 'panas', maka dia beradaptasi menjadi 'panas' tapi menentramkan. Jika keadaan berubah 'dingin', maka dia menjadi 'dingin' tapi menghangatkan. Penyabar dan senang menjauhi konfil yang 'tak perlu'. Itulah hati AIR.


Jika keduanya dihadapkan bersama, siapakah yang akan unggul? Sama halnya dalam fighting, orang yang melawan dengan tenaga kuat tapi membabi-buta berhadapan dengan orang yang melawan dengan tenaga biasa tapi kritis dan terpusat, pasti orang kedualah yang akan keluar sebagai pemenang. Hidup, dan dalam menyikapi segala persoalan yang ada pada khususnya, haruslah disikapi dengan tenang dan terkontrol. Jangan keburu gelisah, risau, cemas atau cepat naik darah.
Ingatlah selalu, jika API dihadapkan dengan API, maka menjadi semakin berkobarlah API tersebut. Tetapi jika disiram dengan AIR, pasti API itu akan padam.

0 comments:

Post a Comment