.avatar-image-container img { background: url(http://l.yimg.com/static.widgets.yahoo.com/153/images/icons/help.png) no-repeat; width: 35px; height: 35px; }

"Memento Mori"

What is the PRECIOUS thing you TREASURE most in your LIFE?

"Memento Mori" means:

Remember you are mortal...

Vita brevis breviter in brevi finietur,
Mors venit velociter quae neminem veretur,
Omnia mors perimit et nulli miseretur,

Ad mortem festinamus peccare desistamus.


 "You never really understand a person until you consider things from his point of view. Until you climb inside of his skin and walk around in it." ~Atticus Finch~


translated: "Kita tidak akan pernah bisa memahami orang lain hingga kita melihat segala sesuatu dari sudut pandangnya... Hingga kita menyusup ke balik kulitnya dan menjalani hidup dengan caranya."
~ Attiqus Finch (quoted from Harper Lee : "to Kill the Mockingbird")~

My comment:
Setuju dengan pendapat di atas? Karena terkadang kita sering menyalahkan orang lain karena berbuat seperti ini, seperti itu, yang di hadapan kita, kita anggap salah. Contoh, sekarang ini banyak polisi yang menangkapi para remaja atas tuduhan penganiayaan atau karena pengaduan, kemudian mereka bukannya dikirim ke lembaga rehabilitasi tapi malah langsung dijebloskan to the Hell Jail!

Oke, mungkin aku sedikit menulis ini karena tergugah oleh manga yang barusan aku baca, judulnya Rainbow. Ada yang sudah pernah baca? Cool abieZ! Bercerita mengenai tujuh orang remaja yang dikirim ke penjara karena berbagai alasan, mereka terpaksa melakukan tindakan kriminal tingkat ringan, yaitu pemukulan. Hanya pemukulan. Itupun juga ada alasannya. Tapi mereka di penjara dianiaya, disiksa, pokoknya mau merasakan neraka dunia tingkat medium, silahkan masuk penjara.

~{x-For the complete text, please "click" the title above-x}~



Ok, let's beat about the bush! Nah, buds, kita mungkin sehari-harinya mengeluarkan sebuah komentar ataupun protes mengenai peristiwa2 yang terjadi, entai sehabis lihat TV, baca koran, ndenger rumpi temen atau gosip (nah, cuu-nee-ball!) Spontan kita mengeluarkan kata "Ah..." atau "Kamu nggak boleh gini.." , "Oh, orangnya memang kayak gitu...tahu nggak.." Tanpa kita sadari kita telah merusak pendengaran orang lain d sekitar kita, mengapa? Protes atau ucapan ketus yang secara spontan keluar dari mulut kita walaupun berupa kritik yang membangun terkadang juga bisa menDOWNkan seseorang.

Gak percaya? Pernah gak mangkel waktu ada seseorang memprotes kita saat melakukan sesuatu? Rav, kamu gak boleh gini, itu buruk...Rav, kamu kok kayak gini. Nah, apa kita tahu apa sebenarnya yang Rav lakukan? Karena apa? Untuk apa? Mengapa (home-basic pertanyaan paling dasar yang sering muncul dalam kehidupan kita, WHY ?!) Apa kita tahu? Mungkin dari gerak-geriknya bisa kita baca, dari pola mimik otot wajahnya, saat matanya kembang-kempis (dan hidungnya mengerjap-ngerjap), kita bisa tahu atas tidakan apa yang ia lakukan...tapi ingat, dalamnya lautan bisa diukur, tapi dalamnya hati cuma The God Lord yang tahu. Lebih baik kita menanyakan dulu alasannya apa sampai ia melakukan hal itu (apa aja, jgn berpikir yg ( - ) doank!), baru kita boleh protes atau comment.


Kisah ini telah diabadikan, bahkan dalam Qur'an sekalipun, seperti tertulis pada surat Al-Kahfi ayat 70-77, yaitu kisah sedikit cekcok antara nabi Musa a.s. dan nabi Khidr a.s. Dalam ayat-ayat tersebut, diceritakan bagaimana ngotot dan keras kepalanya nabi Musa dalam menanyakan sesuatu, yang mana ia sendiri belum mengetahui secara pasti. Bahkan nabi Musa pun sampai menjustifikasi nabi Khidir trlebih dahulu, tetabi nabi Khidr dengan sabar, walau terpaksa naik-banding menagih janji awal agar nabi Musa ikhlas melepas perpisahan mereka (QS. Al-Kahfi: 78), menjelaskan dengan seksama n mendetail mengenai maksud dari perbuatan-perbuatan yang ia lakukan n belum bisa dipahami oleh nabi Musa sebelumnya (QS. Al-Kahfi: 79-82)


Nabi saja seperti itu, masa kita selaku manusia biasa yang tak mungkin lepas dari salah dan alpa, masih saja bersikukuh terhadap sesuatu yang mana kita tidak mengetahuinya? Atau belum, bukan tidak, kalo bahasanya mau diperhalus. Jadi, sebelum kita menjustifikasi seseorang, ataupun setidaknya mengkritisi panjang lebar suatu perilaku seseorang tanpa memberinya kesempatan untuk sedikit bernafas dan menjelaskan apa maksudnya, maka alangkah lebih baik n SANGAT dianjurkan untuk --zip your lips-- dulu. Sebelum semua terlambat. Sebelum korek yang tersulut api, terbakar dan menyebar cepat. Selalu menjaga intra-personalitas sehat dan jadikan dunia untuk berbalik mendukung kita! 
"Pemuda masa kini adalah kunci masa depan!", begitu Bang Karno ngomong dulu.

6 comments:

Hi,
I like your article and all the great tips that are mentioned on it, it has really helped out. Thanks for share the information.
I hope you can visit my blog and give me suggestion.
Thanks again.

October 9, 2009 at 8:52 PM  

will do, and thx 4 th support :-D!
I'll add some more of it, just sure enlisting all my jobs recently.. (sigh)n keep my track, haha :-D

October 10, 2009 at 1:19 AM  
neilhoja said...

Setuju...i agree wif your opinion..Manusia ni mmng sifatnya macam tue..tapi sebenarnya apa yng terbaik kita ikut..kalo rasa ia salah jauhkan laaa...

October 10, 2009 at 4:12 AM  

x>Noor Hafizah: u're right. Tapi ini masalah kita yang menyalahkan, bukan kita yg mengikuti. Kn trkdang ad yg sk nyalah2in org tp gk mo dsalahin. Gtu dah

October 10, 2009 at 1:18 PM  

Post a Comment