.avatar-image-container img { background: url(http://l.yimg.com/static.widgets.yahoo.com/153/images/icons/help.png) no-repeat; width: 35px; height: 35px; }

"Memento Mori"

What is the PRECIOUS thing you TREASURE most in your LIFE?

"Memento Mori" means:

Remember you are mortal...

Vita brevis breviter in brevi finietur,
Mors venit velociter quae neminem veretur,
Omnia mors perimit et nulli miseretur,

Ad mortem festinamus peccare desistamus.



Kalau dulu kita selalu diwanti-wanti oleh orang tua untuk tidak pergi bermain selepas Maghrib, anak-anak Mesir bebas bermain setelah Isya selama dalam pengawasan. Kalau dulu main kelereng, atau nekeran, setiap anak punya gacoan – kelereng pilihan yang biasanya jadi andalan untuk menembak – kelereng yang anak-anak Mesir mainkan, biasa saja; hijau bening, polos tanpa motif, dan ukurannya pun sedikit lebih kecil dari kelereng yg biasa kita mainkan. Mereka tidak punya gacoan.

Gaya permainan mereka juga sama. Ada banyak jenisnya, tapi dasarnya sama, menembakkan kelereng kita ke kelereng lawan, dan bagi saya menembak kelereng dengan tangan itu susah sekali. Saya ingat betul, dulu pas kecil selalu berlatih sendiri di rumah, bahkan beberapa sahabat sampai rela datang ke rumah hanya untuk mengajarkan cara menembak kelereng. Tetap saja, tak ada hasil.

Maka ketika saya melihat ada beberapa anak Mesir bermain kelereng depan toko al-Kheir, Bawabat dua,  tawa dan muka serius mereka melempar saya kembali ke masa lalu.

Saya benci bermain kelereng. Benci karena kalahan. Tapi karena sakin bosannya diolok-olok kawan, saya pun memutar otak bagaimana agar tidak menjadi anak bawang. Tidak perlu menang, hanya untuk membuat mereka mengakui bahwa saya tidak sepecundang seperti yang mereka bilang. 

Suatu hari saya menemukan komik berjudul Super B-Daman di rental komik.

Para karakter dalam manga Super B-Daman
Ceritanya menarik. Sebagai seorang anak tentu saya menyukai kisah petualangan, persahabatan, kerja keras, kisah penebusan dosa, atau kisah-kisah mengandung moral yang mudah dipahami. Wajar, karena mental seorang anak menyukai sesuatu yang sederhana dan mudah dicerna. Semakin beranjak dewasa, kisah-kisah polos dengan bedak moral yang terlalu tebal malah membuat mual.

Untungnya, kisah dalam komik Super B-daman itu dikemas dengan beberapa plot twist yang cukup asyik dalam mata kanak-kanak. Saya bisa mengkhatamkan 15 jilid dalam hitungan jam dan hanya berhenti untuk sholat atau jika diingatkan makan.

Kemudian dua bulan lalu, gara-gara percakapan di kantor, saya iseng jelajah Tokopedia dan Bukalapak karena penasaran buku-buku apa saja yang mereka jual. Sekian lama melihat-lihat, tanpa sengaja saya menemukan komik yang sangat tidak asing, Super B-daman. Saya cengengesan, langsung saja saya kontak penjualnya tanpa pikir panjang. Bukan karena ceritanya yang sangat terkenang, saya membelinya untuk alasan nostalgik lain.

Komik itu berhasil membuat saya dari dari pecundang, bukan, bukan jadi pemenang seperti slogan-slogan buku motivasi, tapi trensetter.

~{x-Klik judul untuk baca kelanjutannya.-x}~