.avatar-image-container img { background: url(http://l.yimg.com/static.widgets.yahoo.com/153/images/icons/help.png) no-repeat; width: 35px; height: 35px; }

"Memento Mori"

What is the PRECIOUS thing you TREASURE most in your LIFE?

"Memento Mori" means:

Remember you are mortal...

Vita brevis breviter in brevi finietur,
Mors venit velociter quae neminem veretur,
Omnia mors perimit et nulli miseretur,

Ad mortem festinamus peccare desistamus.


Death means Itself...

"Death is not meant to be an escape from your harsh life. It's a place where everything you've done in your life comes back to haunt you."
~Shinrei Tantei Yakumo - Akai Hitomi wa Shitteru, ch.9~

translate: "Kematian bukanlah cara untuk kabur dari realita keras kehidupanmu. Itu hanyalah sebuah tempat dimana semua yang kamu telah lakukan dalam kehidupanmu kembali menghantuimu."

 My comment:

Well, ni posting gara-gara kesel dah berapa kali baca kasus bunuh diri (read: Suicide cases), terutama di sebuah negeri yang amat saya kagumi, dengan sedikit rasa iri sembari bertanya-tanya: "Ni dulu pulau cuma sebatas pembuangan para kriminal, pernah luluh-lantak gara-gara bom atom, kok bisa jadi trendsetter gni yach?". Negeri mana lagi selain negeri yang terkenal dengan bunga sakura, anime/manga, n Shibuya? Of course....yups! Kamu betul! Ya, yang itu! Ah, masa gak tahu sih...yang itu loh!

Huh! Palagi bejibun manga tw anime yang mengangkat tema kematian. Kematian itu indah, tetapi jangan mengindah-indahkannya, karena hanya Dia yang Maha Indah! Ni contoh manga yang sedikit rasis, brutal, hardcore tw trserah deh nggambarinnya gimana. Srry, kl pnasaran, coba baca d OneManga aj y. Kalo dibahas satu2 trlalu lama :D  :

1. Suicide Island

~{x-Penasaran? Langsung aja "click" judulnya untuk artikel lebih lengkap!-x}~


2. MPD (Multi Personal Detective) Psycho



3. Battle Royale





Apalagi film keren yang disutradari Shinya Tsukamoto seperti dibawah ini. Walaupun Ryuhei Matsuda sebagai protagonist utama cenderung terlihat kaku dan 'tanpa' ekspresi, tetapi plot cerita tetap mengalir deras. Nih contoh posternya:

Akumu Tantei / Nightmare Detective


Ada juga sebuah film yang tidak kalah horrornya dari yang atas. Directed by Osamu Fukutanai, film ini menceritakan bagaimana cara bunuh diri yang praktis, dengan berbagai manual yang dapat dilihat dari sebuah DVD disk. Check it out!

Jisatsu Manyuaru / The Suicide Manual


Nah, kalo ini lebih campuran antara horror/thriller. Diceritakan bahwa di Jepang terdapat sebuah kasus dimana sebuah massa yang terdiri dari para pelajar melakukan bunuh diri bersama dengan loncat dari atas gedung. Akhirnya terpilihlah seorang detektif untuk menginvestigasi kasus ini. Film ini telam meraih beberapa penghargaan (lebih lanjut langsung aj klik SITUS ini). Here comes the pic!
Jisatsu Sakuru / The Suicide Club



Ha, kalo di atas tu semua dari Jepang, nih dari Barat. Siapa sih yang belum nonton film ini? Terdiri dari trilogi dan sebuah spin-off. Intinya juga sama sih. Apa tujuan akhir dari perjalanan hidup kita? Kematian kah? Well, tu menrut mereka, kalo kita yang berkeyakinan din samawi jelas kematian bukanlah akhir dari segalanya, tetapi awal dari hari 'penghitungan'. Ok, bagi yang lom nonton, langsung segera ke rental film. Cepaaat!
The Final Destination



Ok, lepas dari sekeren n seheboh apapun manga atau horror movie seperti diatas, tetap saja tema besar yang dibahas adalah kematian. Banyak yang ngomong kalau komik atau kartun (manga/anime disini) tu mah cuma untuk anak kecil, orang dewasa bacanya udah gak kayak gini lagi! But...hold it!

Your statement is definitively false!

Karena manga/movie di atas cuma beberapa diantara berpuluh-puluh manga/movie lain yang tidak kalah brutalnya. Hardcore, gore, bloodlust, explicit scenes atau apa lah istilahnya...gak cukup untuk gambarin kebrutalan yang ada. Kalo seperti ini, apa masih layak menjadi totntonan anak-anak? Sudah berapa kali kasus yang terjadi mengenai pelajar yang bunuh diri gara-gara frustasi tidak diberikan duit oleh ortunya, atau gara-gara dapet banyak 'bebek' di rapotnya? Sudah banyak. Nah, pertanyaanya: "Kok bisa sih mereka nekat melakukan hal seperti itu?"

Yah, mana lagi selain dari komik atau film. That's a conclusion.

Palagi sekarang era teknologi. Media jelas memerankan andil paling gengsi dan fatal dalam memicu emosi massa. Sebut saja si A, yang terkenal alim, keren, idolized, tiba2 terkena skandal memalukan dengan seorang pr*st*t*t*. Walau kebenarannya masih absurd, tetapi gara-gara publikasi foto yang menampilkan mereka berdua sedang bertatap muka, maka muncullah asumsi2 gak jelas. "Oh, si A ngobrol sama dia!" "Wah, pasti mereka dah berencana booking kamar nih!"...atau semacam itulah. Karena sebenarnya emosi manusia itu labil - vulnerable dan tidak semua orang sudah membentengi diri mereka dengan baik, begitu dipacu sedikit saja dengan suatu hal...terutama yang sedikit berbau negatif, pecah deh. Delusional n sedikit skeptis. Begitulah kita (pada umumnya...).


If only you could just raise your head to the sky, you would see such a beautiful sight..If only you could..
~Fairy Tail ch.163~


C u pals. Until death do us apart!



Increase web site traffic

14 comments:

wah ada battle royal... waktu nontonnya masih kecil mianya, ampe nangis nontonnya. tragis banget, yg awalnya berteman akrab, trus ada yg saling mencintai pada lomba-lomba ngebunuh satu sama lainnya. sadis banget T___________T

December 10, 2009 at 8:55 AM  
vie_three said...

wuaaaa..... meski aq memang selalu melihat keren orang yang bisa memilih kematian untuk dirinya, tapi aq masih belum berani melakukannya..... wkwkwkwkwk

December 10, 2009 at 7:51 PM  
Shin-kun said...

Weih, battle royal, keren lo itu, hehehe, Shin-kun nonton semuanya loh, 2-2nya. Itu ada 2 sekuel lo Sob... Final Destination juga mantap :D

@Mia
Hu uh, trus yang selamat cuma atu kan?, hehehe, Shin-kun juga nonton tuh...

December 10, 2009 at 7:55 PM  
Shin-kun said...

oya, Sob, quotenya bagus, Shin-kun copas yak :p...

December 10, 2009 at 7:58 PM  
Sari said...

Film2nya blom pernah aku tonton. Padahal ga usah pake bunuh diri, juga bakal mati sendiri...

December 10, 2009 at 8:16 PM  

Film Jepang sering mengangkat thema kematian ya. Yang terakhir aku nonton adalah Death Note. Udah nonton belum/ :)

December 10, 2009 at 10:43 PM  
JHONI said...

iya kalo menurut saya kadang tema film atau komik jepang ntu rada nyeleneh, tapi inovatif banget.....cuma kadang terlalu brutal dan sadis.....

hallo salam kenal......tukere link dan follow ya!?!?!

December 11, 2009 at 7:04 AM  
Itik Bali said...

Filmya itu keren banget lho..
aku dah nonton semua
walaupun DVD bajakan (maksudnya hasil membajak punya temen, maklum rada preman)
he..he

December 11, 2009 at 12:48 PM  
mocca_chi said...

bunuh diri yak... ngg... kadang, tapi butuh keberanian dan ketidakw arasan bukan, jdi klo ornag waras dia ga akan bunuh diri. wkwkwk...

tapi film atau komik yg ngangkat tema suicide, kadang lebih menegangkan daripada film ataupun komik cinta cintaan,

December 11, 2009 at 5:02 PM  
NyieL ^_^ said...

Wouw! Keren Bray....
Bole juga tuh Liat filmnya!

December 11, 2009 at 8:33 PM  

saya paling ga suka nonton film battle royal,, ga manusiawi sekali, iieewwhh...

December 11, 2009 at 8:53 PM  

x>all: sorry, gk sempet bales satu-satu. Yah, begitulah. Banyak yang menggambarkan bahwasanya kematian itu keras, tragis, menyakitkan. N tidak ada yang sadar, bahwasanya kematian itu adalah sesuatu yang pasti akan datang...dan dia sangat elegan ^^

December 23, 2009 at 12:19 AM  

oh y, btw...yang main di Battle Royale pertama juga aktor utama di Death Note kan?

December 23, 2009 at 12:20 AM  
Rísàng said...

karena bunuh diri di jepang di anggap terhormat dan wajar, jadiny kyk gini lah
MPD pernah baca, serem tuh -_-

January 12, 2010 at 1:19 AM  

Post a Comment