.avatar-image-container img { background: url(http://l.yimg.com/static.widgets.yahoo.com/153/images/icons/help.png) no-repeat; width: 35px; height: 35px; }

"Memento Mori"

What is the PRECIOUS thing you TREASURE most in your LIFE?

"Memento Mori" means:

Remember you are mortal...

Vita brevis breviter in brevi finietur,
Mors venit velociter quae neminem veretur,
Omnia mors perimit et nulli miseretur,

Ad mortem festinamus peccare desistamus.


Seberapa sering kita memejamkan mata, hanya tidur ayam, sembari menunggu pesan kita dibalas si dia, mau tidur malam karena sudah waktunya meski belum mengantuk, atau karena memang benar-benar sedang tidak ada kerjaan sama sekali? Mata terpejam, mulut dibiarkan separuh terbuka, nafas sudah diatur lambat-lambat, tapi tetap saja tidak bisa tidur. Ada saja yang dipikirkan, seperti ratusan ‘seandainya’ dalam kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan, mimpi-mimpi yang belum terlaksana, hutang-hutang yang belum terbayar dan bagaimana melunasinya, keran yang bocor, kucing yang mengeong, dan banyak lagi. Hal-hal yang sekiranya tidak perlu dipikirkan, tapi berloncatan begitu saja di dalam otak. Naasnya, mereka sering sekali bikin gaduh sebelum kita tidur, dan acapkali kita tertidur hanya dalam satu kondisi: letih yang sangat.

Hidup sebagai mahasiswa, misi mereka tidak jauh dari: kuliah, ujian, pacaran, bersenang-senang. Lulus dari kampus, kita diserbu ujian kehidupan selanjutnya: pekerjaan, gaji, rumah, keluarga, warisan. Tidak ada kata titik dalam kehidupan, lulus dari satu sekolah, masuk ke sekolah lain, yang terakhir sekolah kehidupan. Banyak sekali kegiatan yang akan mewarnai pola kehidupan kita, terutama bagaimana kita mengatur diri dan aktivitas yang kita lakukan akan mempengaruhi kesehatan kita ke depan, terutama pola makan dan pola istirahat.

Saya tidak akan membahas banyak terkait pengaruh pola makan terhadap kesehatan, karena itu bukan bidang saya, begitu juga dengan hubungan erat tidur dengan otak dan bagaimana durasi tidur sangat berpengaruh ke kinerja jantung. Sebenarnya durasi tidur yang dibutuhkan seseorang berbeda-beda sesuai umur dengan aktivitas hariannya, dan karena hal tersebut dapat ditemukan di banyak artikel kesehatan, tulisan ini tidak akan membahas itu sama sekali.

Kita akan membicarakan tentang posisi tidur dan kaitannya dengan karakter seseorang. Tapi sebelumnya, tolong buang jauh-jauh angka 69 dari pikiran kalian.

Profesor Chris Idzikowski, direktur dari Sleep Assessment and Advisory Service, mengadakan sebuah riset terhadap 1000 masyarakat Inggris. Hasil yang muncul, sangat mengejutkan. Ada enam posisi tidur dari sekian banyak posisi lainnya yang mengindikasikan karakter seseorang.

Lebih lanjut dia menyatakan, mengapa posisi tidur berkaitan erat dengan kepribadian orang, karena posisi tidur sama halnya dengan bahasa tubuh yang kerapkali dilakukan seseorang secara tidak sengaja dan mengekspresikan perasaan asli seseorang tanpa disadari. “Kita semua paham betul bahasa tubuh seseorang dalam keadaan terjaga. Sudah banyak buku beredaran di luar sana tentang bagaimana membaca bahasa tubuh seseorang, tetapi tidak banyak yang menjelaskan bagaimana kita bisa membaca seseorang dari gaya tidurnya.” Idzikowski menarik napas. “Lebih menariknya lagi, bagaimana posisi tidur seseorang itu memiliki makna yang tidak bisa kita duga. Bisa jadi di kesehariannya seseorang bersikap tegas, lantang, keras. Tapi gaya tidurnya menyatakan sebaliknya.”

Penelitian di atas juga menjelaskan bagaimana gaya tidur seseorang berkaitan dengan kondisi kesehatan. Semisal dalam masalah pencernaan dan masalah pernafasan, dua hal ini berkaitan erat dalam menentukan posisi tidur seseorang apakah dia akan menempel di dinding atau dalam posisi salto. Begitu juga apakah dia akan tidur mendengkur atau malah mengaum.

Berikut enam posisi tidur serta penjelasannya:


(Untuk selengkapnya, klik di sini


a. Gaya Bayi Melungker (Fetus Position): Sebanyak 41% dari para partisipan tidur bergelung seperti bayi. Biasanya para wanita yang tidur seperti ini, tapi lelaki juga tidak sedikit. Biasanya orang-orang yang tidur seperti ini memiliki persona yang kuat. Biasanya mereka tampak di luar garang, tegas, tapi sebenarnya mereka sangat sensitif. Seringkali juga mereka terlihat seperti pemalu di awal, tapi mudah menyesuaikan diri.

b. Gaya Batang Kayu (Log position): Jika biasanya kamu tidur menghadap ke salah satu sisi dengan kedua tangan menjulur ke bawah, bisa dibilang kamu tipikal orang yang mudah bersosialisasi, easy-going, mudah percaya ke orang juga, bahkan beberapa orang juga mudah dikibulin. Riset mengatakan, hampir 15% orang pasti tidur seperti ini.

c. Gaya Mengharap (Yearner position): Dibandingkan gaya di atas, orang-orang yang memiliki kebiasaan gaya tidur seperti ini cuma 13%. Kalau kamu melihat orang tidur menghadap samping dengan posisi tangan berada di depannya, bukan menjulur ke bawah, atau salah satu tangannya berada di depan dan satunya ditelusupkan di bawah bantal misalkan, maka bisa dibilang mereka orang yang berpikiran terbuka, tapi terkadang juga sinis, mudah curiga, dan sering sekali keras kepala. Sekali memutuskan A, ya tetap A, sampai benar-benar dia sendiri yang merasa bahwa A itu adalah jalan buntu.

Yearner position?
d. Gaya Tentara (Soldier position): Orang-orang yang tidur dengan gaya berbaring biasa, dengan kedua tangan ke bawah dan sedikit rapat ke tubuh, itu termasuk orang-orang yang disiplinnya tinggi, cukup pendiam, tidak terlalu suka keramaian dan sering sekali menganggap dirinya dan diri orang lain dengan standar yang tinggi. Gara-gara posisi telentang tadi, mereka juga sering sekali mendengkur. Karenanya, mereka juga sering terbangun dan seringkali setelah bangun tidurm mereka masih istirahat mereka kurang. 8% dari kebanyakan orang tidur seperti ini.

e. Gaya Jatuh Bebas (Freefall Position): Kamu tidur tengkurap? Kalau tidak tengkurap, terasa kurang nyaman atau susah tidur? Selamat, kamu termasuk orang yang unik. Hanya 7% orang yang tidur seperti ini. Biasanya mereka itu orangnya sangat tidak terbiasa dikritik, selalu ingin menjadi pusat perhatian, dan jika berbicara selalu nyeplos apa adanya.

f. Gaya Bintang Laut (Starfish Position): Jika kamu lebih senang tidur berbaring dengan kedua tangan diangkat ke atas, kamu termasuk orang-orang yang sering dijadikan tempat curhat, senang membantu sesame, dan tidak terlalu suka menjadi pusat perhatian. Hanya sedikit orang-orang yang tidur seperti ini, kisaran 5%. Gaya tidur mereka juga menjadi penyebab rentan ngorok.

Lantas jika muncul pertanyaan, “Ah, beneran? Lha wong saya tidurnya ga tentu. Kadang pake gaya A, kadang pake gaya B. Apa berarti saya memiliki multiple personality?” Tidak juga. Idzikowski menyatakan, memang terkadang setiap orang bisa saja tidur dengan gaya yang berbeda menyesuaikan situasi dan kondisi, tapi dalam keadaan normal, hanya satu gaya tidur yang pasti digunakan oleh seseorang.

Saya pribadi cenderung mengambil jalan tengah. Riset di atas bisa jadi benar, tapi tidak mutlak benar. Karakter seseorang adalah sesuatu yang tidak bisa diprediksi, enigmatic, dan bisa berubah-ubah sesuai perkembangan kejiwaannya. Bisa jadi ketika seseorang masih labil-labilnya, dia tidur dengan posisi bayi, tapi setelah jiwanya lebih matang, dia tidur dengan posisi kedua tangan di atas dada dan seluruh tubuh terbalut kafan. Siapa tahu kan?


Sumber: BBC news.

0 comments:

Post a Comment