.avatar-image-container img { background: url(http://l.yimg.com/static.widgets.yahoo.com/153/images/icons/help.png) no-repeat; width: 35px; height: 35px; }

"Memento Mori"

What is the PRECIOUS thing you TREASURE most in your LIFE?

"Memento Mori" means:

Remember you are mortal...

Vita brevis breviter in brevi finietur,
Mors venit velociter quae neminem veretur,
Omnia mors perimit et nulli miseretur,

Ad mortem festinamus peccare desistamus.


Aku bukanlah aku! (Call me as 'It')

Orchid: A Parody
 (Hold me dear, as your scythe slices hearts)
We've thrown away the glare as it stares
and push away the barrier as it bends
Outstanding the stars which come the most
we've flown ourselves - names those never drop
down worse...
(Hold me dear, tight, we together walk
in each other while we stab another back)



~This foretold-story tells a pair in despair
  one which wears a white, another
  black caped coat - as fair affair,
  a fairy tale~

Once upon on cold-biting morning...(ketika dering alarm tak lagi berarti):
~{x-Penasaran? Langsung aja "click" judulnya 2 recall it back...-x}~

Satu yang paling aku males ketika bangun tidur. Mentang-mentang musim dingin, terus tidur bareng-bareng sama temen, pasti ada aja satu atau dua orang yang demen banget pake jurus 'membalik bumi, mengguling langit'; muter-muter gak jelas dalam tidurnya sambil menggulung semua selimut yang ada. 'Ini pasti tipe cowo playboy', gerutuku. 'Kalo punya temen cewe cakep gak mau bagi-bagi sama yang lain.'
 
Loh? Emang ada hubungannya antara cewe cakep dengan selimut tebal? Entah ya... :-/

Jadi begini kawan2ku sebangsa Tanah dan sebangsa Air, sedikit cuap-cuap mengenai puisi ini. There is couple. Sepasang sahabat komplit. Kemana-mana selalu berdua. Bagaikan pohon tanpa kayu, ataupun matahari tanpa api (gak mungkin kan?). Dimata orang-orang, mereka berdua terlihat sangat perfect. Tetapi ingat, cover bisa menipu, dan inilah yang terjadi...


Ambil ibarat dua koin kembar. Yang satu (ini multi-gender, jadi apa aja bisa, baik co ataupun ce) sangat cantik/cakep, tinggi-semampai/kokoh tegap, ceplas-ceplos dan mudah banget bersosialisasi. Sedangkan yang satunya lagi tampang pas-pasan, otak encer, tapi ketika berjalan kedua, rupanya dia berubah jadi minder, dikarenakan perhatian orang-orang lain yang lebih tertuju kepada sahabatnya. Dia sendiri sebenarnya cerewet abis, tetapi - sekali lagi, dikarenakan sahabatnya lebih mudah menarik perhatian orang lain, maka dia berubah alih menjadi pendiam.


Atau, contoh lain. Watak manusia itu lucu, terkadang menyerupa air, tapi bisa juga melalap habis bagaikan api. Terkadang berubah-rubah, terkadang pula statis sekeras granit. Masih mengambil contoh dari dua orang di atas, pals. Dimulai dari si A, yang well, paling top lah - Si Punya Segala. Tapi itu hanya terlihat jika dia berjalan berdua dengan si B, jika bertolak dengannya dan dia merepih hari dengan sendiri, langsung berubah 180 derajat menjadi pendiam. Lain lagi dengan si B, diatas sudah diceritakan bahwasanya si B aslinya ceriwis abis. Nah, begitu dia lepas dengan si A, kembali lagi ke watak semula, ceriwis.

Tetapi tetap keduanya merasa janggal. Karena terkadang tidak seterusnya kita menginginkan kita seperti yang sekarang ini. Terkadang pula kita membutuhkan situasi dimana kita bisa menjadi kita yang lain - kita yang tidak seperti mereka pernah semua pernah mengerti. Kita ingin merubah image kita, yang semula kaku menjadi hangat, yang semula panas menjadi tenang, yang semula dingin menjadi ramah, yang semula ketus menjadi disaring dulu kata2nya sebelum ngomong. Atau bahkan sebaliknya, dari positif menjadi negatif, karena mungkin dia merasa ketika wataknya baik, sering dipermalukan sama orang lain, ditipu, direndahkan, dipermalukan, walau tidak semua orang. Kesimpulannya, tidak bisa lain dan tidak bisa tidak:



Kita membutuhkan orang lain dalam hidup kita - siapa saja dia; baik keluarga, sahabat, si doi sekalipun. Kita tidak akan bisa melawan fitrah yang telah diciptakan teruntuk manusia bahwa kita diciptakan untuk hidup bersama. Manusia bukanlah makhluk individual. Walau sekeren apapun, baik film maupun game yang menceritakan mengenai seorang tokoh yang berhasil survived atas jerih payahnya sendiri, tetap saja dibalik itu terikut campur tangan orang lain. Tidak bisa dipungkiri. Tetapi tetap, kita membutuhkan kesenjangan untuk menyendiri. Dan, masih terkadang lagi, kesendirian itu terasa manis-manis kecut menggairahkan, seperti strawberry sundae...  

7 comments:

Sari said...

Sepakat !!
Seenak-enaknya hidup sendiri, lebih asyik punya temen, sohib, pacar, pasangan hidup...
Apalagi kalo bisa punya temen yang unik, berasa dunia tambah berwarna kayak pelangi :P

January 5, 2010 at 6:13 PM  
Shin-kun said...

Hmmmm, can't agree with U more, sepakatlah Sob, meskipun *kata Sari* Shin-kun ini super dingin dan cuek bla bla bla, Shin-kun tetep butuh orang lain, dan juga, kucing2 Shin-kun, hihihihi... piss...

January 7, 2010 at 2:33 AM  

UWAAAAAAAAAAAAAAAAH.... mia pernah punya pendapat ttg teori dua sisi coin itu. ngalamin juga sih hehehehehe keren bro...

January 8, 2010 at 3:26 AM  
ALRIS said...

Emang bener kita gak bakalan bisa hidup dhewekan.
Salam

January 9, 2010 at 6:46 AM  
fantasia said...

follow blogku dong, entar aku follow balik hehehe

January 9, 2010 at 5:40 PM  

x>Sari: setubuuh gan! apalagi frase temen unik serasa pelangi. kalo boleh nambahin, jadi kaya permen Cha-cha deh, colourful!

x>Shin-kun: haha, masa super dingin? jangan ngalah2in freezer gt lah (btw, kl shin-kun dipegang, aku bs beku g?)

January 10, 2010 at 1:54 PM  

x>KucingTengil (abis): hoho, aku bisa baca pikiran orang berarti, kekeke *evil smirks*

x>Alris: agree! betcha right... :P

x>fantasia: why not?

January 10, 2010 at 1:59 PM  

Post a Comment