.avatar-image-container img { background: url(http://l.yimg.com/static.widgets.yahoo.com/153/images/icons/help.png) no-repeat; width: 35px; height: 35px; }

"Memento Mori"

What is the PRECIOUS thing you TREASURE most in your LIFE?

"Memento Mori" means:

Remember you are mortal...

Vita brevis breviter in brevi finietur,
Mors venit velociter quae neminem veretur,
Omnia mors perimit et nulli miseretur,

Ad mortem festinamus peccare desistamus.


Perjuangan Hidup


Sebuah istilah meskipun diyakini oleh banyak orang bahwa makna yang dikandung adalah sama, tetapi dalam implementasinya mempunyai kenyataan yang berbeda. Dalam hidup, misalkan, apa yang kita perjuangkan didalamnya? Sebagai umat Islam kita sudah mengetahui jika Dia tidaklah menciptakan manusia dan jin kecuali untuk beribadah kepadaNya. Dan kita juga sangat mengerti jika seorang muslim yang kuat dan berwawasan luas lebih tinggi derajatnya daripada golongan muslim lain yang bertolakbelakang sifatnya. Lantas apakah semua muslim sudah melakukan tiga hal sepele yang tertera diatas? Belum tentu. Bahkan yang menyadari secara kaffah pun relatif lebih sedikit daripada tidak. Kemudian, mengulang sebuah pertanyaan filosofis diatas yang terlihat simpel tapi dalam, sebenarnya apa yang kita perjuangkan dalam hidup ini?

Jawaban pun beragam. Pikiran seseorang yang skeptis mungkin hanya terbentur pada subjektivitas sempit seperti mencapai ketenaran, menjadi kaya, memiliki istri cantik dan mencapai posisi yang memaksa orang-orang untuk memandangnya dengan hormat ataupun menjalani hidup apa adanya tanpa berfokus pada suatu apa tanpa memiliki suatu idealisme. Ada juga beberapa yang menggantungkan citanya sedikit terlalu tinggi sehingga angan yang diharap merupakan kenyataan utopis. Ada juga yang berpegang teguh dengan tali agama, menelaah kitab-kitab dan lain sebagainya, tanpa membuahkan sesuatu yang berguna bagi orang disekitarnya. Ya, golongan terakhir ini sangat ‘produktif’. Keuntungan yang dihasilkan pun hanya berputar kepada diri sendiri, tidak ada hasil karya, tidak sanggup tercicipi orang lain. Egois.

Ibnu Khaldun dalam buku 'Muqaddimah'nya yang fenomenal menyatakan bahwa manusia adalah makhluk sosial dengan konteks yang lebih kompleks daripada sekedar bergotong royong. Sayangnya, egosentris masih sering terdapat dalam setiap individu muslim. Mengapa? Karena masih ada satu titik vital dalam beberapa individu yang belum menemukan atau malah 'enggan'  untuk mencari, yaitu apa idealisme perjuangan hidupnya. Mereka aktif dimana-mana, tapi hanya sekedar aktif, tidak kompetitif atau malah produktif. Mereka enggan bermandi letih hanya sekedar idealis tapi bukan manusia realis. 

Padahal, tahukah mereka jika keletihan bagi seorang pejuang adlaah kenikmatan? Dan yakinlah tidak ada balasan untuk kebaikan melainkan kebaikan pula. Ini merupakan janji langsung dariNya sebagai sugesti agar kita berjuang kepada idealism yang kita tuju. Membentuk Islam yang progresif? Meraih cita dengan pasti? Tawazun antara akhirat dengan kehidupan di bumi? Yang manapun itu, perjuangkan dengan giat, karena Dia lebih mencintai muslim yang rajin daripada sering bermalasan. Bangkitlah!

0 comments:

Post a Comment